Gugus Tugas NTB Minta Pasien Covid-19 Patuh dan Disiplin Jalani Isolasi

KabarNTB, Mataram – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, meminta seluruh pasien Covid-19 supaya taat dan disiplin mengikuti seluruh SOP proses isolasi dan perawatan/pengobatan yang sedang dilakukan.

“Sikap kooperatif penting dalam rangka melindungi keluarga dan orang-orang terdekat kita agar tidak tertular Covid-19. Terutama kelompok masyarakat rentan dan memiliki risiko tinggi, yaitu orang dengan usia 50 tahun ke atas, bayi dan balita, serta orang yang memiliki penyakit kormobid seperti jantung, diabetes militus, hipertensi, pneumonia dan kanker,” jelas Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, HL Gita Ariadi dalam pernyataan resmi Rabu malam 29 April 2020.

Sebaliknya kepada masyarakat kelompok rentan dan berisiko tinggi, juga diharapkan tetap disiplin menjalankan protokol pencegahan Covid-19, yakni lebih baik tetap berada di rumah atau tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Sementara waktu tidak menerima tamu, selalu memperhatikan physical distancing serta melaksanakan pola hidup bersih dan sehat.

HL Gita Ariadi, Sekda NTB, sekaligus Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB

“Jika membutuhkan pelayanan medis karena keluhan gejala ringan, maka cukup dengan menghubungi petugas pelayanan kesehatan terdekat (tidak perlu ke rumah sakit/puskesmas). Selanjutnya petugas kesehatan akan mendatangi bapak/ibu ke rumah masing-masing khusus pelayanan bagi kelompok rentan dan risiko tinggi,” imbuh Gita Ariadi.

Sampai dengan Rabu 29 April 2020, total positif Covid-19 di NTB sebanyak 230 orang dan ribuan populasi berisiko sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT) di NTB, meliputi Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Sebanyak 522 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil tidak ada yang reaktif, 1.093 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 47 orang (4,3%) reaktif, dan 1.997 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 452 orang (22,6%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 101 orang dengan hasil 14 orang (13,9%) reaktif.

“Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19,” jelas Gita Ariadi.

Hingga hari ini, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 514 orang dengan perincian 334 orang (65%) PDP masih dalam pengawasan, 180 orang (35%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 15 orang PDP meninggal.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.923 orang, terdiri dari 707 orang (14%) masih dalam pemantauan dan 4.216 orang (86%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 2.934 orang, terdiri dari 1.905 orang (65%) masih dalam pemantauan dan 1.029 orang (35%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 50.760 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 11.969 orang (24%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 38.791 orang (76%).(NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.