KSB di Zona Merah, Pemda Diminta Segera Terbitkan Edaran Baru Soal Ibadah Ramadhan

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat diminta untuk memerbitkan surat edaran baru terkait pelaksanaan ibadah oleh masyarakat pada Bulan Suci Ramadhan 1441 H / 2020 M.

Pada 16 April lalu, saat Kabupaten Sumbawa Barat masih dalam zona hijau penyebaran Covid-19, Bupati Sumbawa Barat telah menerbitkan surat edaran kepada para kepala OPD, TNI-POLRI, BUMN-BUMD, instansi vertikal, lembaga pendidikan, Ormas, termasuk para pengurus masjid dan tokoh agama – tokoh masyarakat, untuk menggerakan masyarakat di lingkungannya masing-masing untuk menyemarakkan penyambutan bulan suci Ramadhan 1441 H dengan memasang umbul-umbul, lampion, dila leman dan aksesoris lainnya. Penyambutan Ramadhan dengan semarak ini dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat optimisme masyarakat dan tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT.

ilustrasi

Pada point kedua surat edaran yang sama, ditegasksn bahwa selama Kabupaten Sumbawa Barat dalam zona hijau/zona aman penyebaran covid-19, maka pelaksanaan obadah puasa Ramadhan, sholat fardhu, sholat taraweh, tadarus Al Qu’an dan I’tikaf dapat dilaksanakan sebagaimana biasa sesuai dengan Fatwa Msjelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tetap menjaga perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS), memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Wakil Ketua DPRD Sumbawa Barat, Abidin Nasar, menyatakan surat edaran dimaksud berlaku selama KSB masih dalam zona hijau.

“Dengan kondisi KSB berada di zona merah seperti saat ini, Pemda sebaiknya mengeluarkan kembali edaran,” ucap Abidin, kepada KabarNTB, Rabu, 22 April 2020.

Menurut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, dari hasil kunjungan dan pemantauan ke beberapa masjid, sejauh ini masih melaksanakan sholat berjamaah, bahkan tetap akan melaksanakan ibadah sholat Taraweh berjamaah seperti biasa. “Tidak sedikit masjid yang masih tidak melaksanakan prosedur pengendalian dan pencegahan penyebaran Covid 19,” ungkapnya.

Abidin mengingatkan, jika sholat berjamaah tetap akan dilaksanakan, Pemerintah Desa dan Pengurus Masjid hendaknya menerapkan aturan ketat bagi para jamaah. “Mesti ada koordinasi dulu dengan Gugus Tugas dan Tim Medis, termasuk menyediakan alat pengukur suhu badan bagi setiap jamaah,”.

“Mewajibkan jamaah menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk masjid dan membawa sajadah sendiri. Yang tidak kalsh penting mengatur jarak shaff untuk (Phyisical Distancing), serta kalau bisa, membatasi durasi ceramah agama dan tadarusan,” imbaunya.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.