Sampai 7 April RSUP NTB Telah Periksa 11 Sampel Swab PDP, Semuanya Negatif

KabarNTB, Mataram – Sejak mulai difungsikan pada 6 april 2020, Laboratorium unit biomedik RSUP Provinsi NTB di Mataram, yang menjadi salah satu laboratorium rujukan pemeriksaan swab PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Corona Virus Desease (Covid-19) telah memeriksa 11 sampel swab Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dikirim rumah sakit jaringan di NTB. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan mesin Reverse ektranscription Polymerace Chain Reaction (RT PCR).

“RSUD Provinsi NTB dengan alat Rt PCR yang baru telah memeriksa 11 sampe dengan hasil semuanya negatif,” jelas Sekda NTB, HL Gita Ariadi, selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Provinsi NTB, dalam pernyataan resmi Rabu malam 8 April 2020.

Petugas laboratorium biomedik RSUD Provinsi NTB di Mataram

Sekda menjelaskan pemeriksaan dari 11 sampel tersebut 3 sampel diperiksa pada 6 April 2020 dan 8 sampel diperiksa pada 7 april 2020.

Terkait ruang isolasi, Sekda menjelaskan di seluruh NTB ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi sebanyak 68 unit dengan rincian 54 unit tempat tidur di ruang isolasi negatif dan 14 unit di ruang isolasi positif. “Jumlah tempat tidur di ruang isolasi ini terus ditambah sampai 235 unit yang terdiri dari 149 unit di ruang isolasi negatif dan 86 unit di ruang isolasi positif,” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur RSUP NTB, dr HL Hamzi Fikri mengatakan sejal 6 april 2020, Unit Riset Biomedik RSUD Provinsi NTB secara factual telah menerima dan melakukan pemeriksaan sampel swab pasien PDP Covid-19 yang dikirim dari Rumah Sakit yang melakukan perawatan PDP Codi-19 di NTB.

“Pihak RSUD Provinsi NTB juga telah mengatur tenaga pemeriksa dari pagi sampai pukul 21.00 Wita malam untuk menyelesaikan pemeriksaan sampel. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan fungsi alat rt-PCR sesuai resources (sumber daya) yang kita miliki,” jelasnya.(NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.