Seorang PDP di Sumbawa Meninggal, 6 Perawat RSMA Dikarantina

KabarNTB, Sumbawa – Sebanyak 6 orang perawat di Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA) Sumbawa diistirahatkan dan menjalani karantina sejak Rabu, 29 April 2020. Ke-6 perawat dimaksud sebelumnya terlibat kontak langsung dengan RT (33 tahun) perempuan bersatus pasien dalam pengawasan (PDP), asal Desa Labuan Kuris, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa yang meninggal dunia Selasa petang 28 April 2020.

“Langkah ini (karantina), mengingat pasien itu saat pertamakali datang, ditangani secara pasien umum tanpa mengenakan APD sesuai standar protokol kesehatan dalam menangani pasien gejala covid,” jelas Direktur RSMA, dr Arindra Kurniawan di ruang kerja Sekda Sumbawa, Rabu 29 april 2020.

Direktur RSMA Sumbawa, dr Arindra Kurniawan

Menurutnya, karantina terhadap petugas medis dimaskud sesuai dengan protap. Ia mengakui sebelumnya pasien berinisial RT (33 tahun) ini dirujuk dari Puskesmas Lape. Dan di UGD hingga dipindahkan ke ruangan perawatan RSMA, pasien ini diberlakukan sebagai pasien umum. Namun setelah dilakukan pemeriksaan rontgen, pasien ini ditetapkan dalam status PDP, yang selanjutnya dipindahkan ke ruang isolasi.

“Jadi para perawat yang menangani pasien itu kami istirahatkan dulu, sesuai batas waktu yang ditentukan sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel swab,” ungkap Arindra.

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, H. Didi Darsani A.Pt yang mendampingi Direktur RSMA. Ia juga akan melakukan hal yang sama terhadap para perawat di Puskesmas Lape yang kemungkinan kontak langsung dan menangani pasien itu dengan status umum. “Ini semua kami lakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan, jika hasil swab pasien ini positif. Semoga saja negatif,” tandasnya.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.