Sosialisasi di Maluk, Wabup KSB Cegat WNA di Jalan dan Beri Peringatan Keras ke Pengelola Bank

KabarNTB, Sumbawa Barat – Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin bersama tim gugus tugas penanganan Covid-19 Pemda KSB berkeliling di wilayah kecamatan Maluk untuk melaksanakan sosialiasi pencegahan corona virus desease (Covid-19) dan membagi-bagikan masker kepada masyarakat disejumlah tempat umum, termasuk di jalan raya.

Ada yang menarik yang terjadi disela-sela kegiatan dimaksud. Wakil Bupati yang berjalan kaki dari satu tempat keramaian ke tempat keramaian lainnya di dalam Kota Maluk, mencegat seorang bule (warga negara asing – WNA) dan pasangannya yang melintas di jalan raya depan BNI Maluk dengan berboncengan sepeda motor. Pasangan suami istri itu distop Wabup karena tidak menggunakan masker. Padahal mereka berkeliling dan melakukan aktifitas di luar rumah.

“Anda dari negara mana ?,” tanya Wabup kepada bule yang berada di depan dalam bahasa inggris yang dijawab bule dimaksud bahwa ia berasal dari Australia.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin (baju putih tengah) saat mencegat dua orang bule yang melintas di jalan raya Maluk karena tidak menggunakan masker

“Ingat ya, anda harus selalu menggunakan masker, baik ketika berada di rumah, apalagi ketika beraktifitas di luar rumah seperti ini. Ini penting untuk mencegah anda tertular atau menularkan virus corona,” timpal wabup sambil memberikan masker untuk dipakai bule dimaksud.

Selain mencegat pasangan dimaksud, sebelumnya, Wabup yang berkeliling didampingi Wakapolres KSB, Kompol Teuku Ardiansyah, Kepala pelaksana BPBD KSB, Kasat Pol PP, Kepala DLH, perwakilan PTAMNT dan sejumlah pejabat lain, juga memberikan teguran keras kepada management kantor pelayanan Bank BNI dan Bank NTB Syariah di Maluk. Teguran itu, karena dalam proses transaksi di teller BNI maupun Bank NTB syariah, tidak disiapkan hand sanitizer dan kalaupun ada, nasabah tidak diwajibkan untuk menggunakan hand sanitizer dimaksud. Bahkan di Bank NTB syariah hand sanitizer disembunyikan dibawah meja pelayanan nasabah.

“Ingat ya, setiap transaksi di teller, apalagi ini memakai uang cash, nasabah harus diminta membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Hand sanitizernya jangan disimpan, tapi taruh ditempat yang mudah terlihat dan diakses nasabah. Ini penting karena kita tidak tahu darimana uang itu berasal,” ujarnya memperingatkan teller BNI Maluk sembari menyemprotkan hand sanitizer ke tangan salah seorang nasabah yang baru saja selesai bertransaksi.

Peringatan keras serupa juga disampaikan Wabup kepada pengelola toko modern Indomaret dan Alfa Mart. Mereka diminta tetap memakai masker saat melayani pembeli dan menyiapkan hand sanitizer agar bisa digunakan oleh para pembeli.

Di Bank NTB Sayariah, Wabup mengingatkan para karyawan yang berasal dari luar KSB untuk sementara waktu tidak usah keluar dari KSB, termasuk pulang kampung. Karena beresiko terjangkit dan menjadi carier (pembawa) virus Covid-19 ke wilayah KSB. “Stay di KSB untuk sementara waktu sampai pandemi ini berakhir,” tukasnya.

Sebelumnya, Wabup Fud Syaifuddin berkeliling di dalam Pasar Maluk membagi-bagikan masker kepada para pedagang dan pengunjung pasar sembari meminta warga di pasar untuk tetap waspada tetapi tidak panik dengan mematuhi anjuran pemerintah untuk menjaga jarak, selalu mencuci tangan, menggunakan masker dan mengurangi aktifitas di luar rumah. “Adalah tanggungjawab kita bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona ini. Sampai sekarang KSB masih dalam zona hijau, belum ada kasus positif corona. Ini menjadi tugas kita bersama untuk tetap mempertahankannya,” ujar Wabup.

Usai berkeliling di sejumlah tempat keramaian di Maluk, Wabup mengunjungi posko utama penanganan Covid-19 Kecamatan maluk yang ditempatkan di Gedung serba guna Benete. Ia memuji kekompakan dan standar pelayanan ketat yang dilaksanakan oleh petugas kesehatan, TNI/Polri dan para relawan yang terdiri dari para pemuda dan kaum ibu yang ikut berpartisipasi menjadi bagian dari Posko dimaksud.

Wabup juga menyerahkan bantuan berupa susu cair, vitamin dan suplement untuk para petugas dan relawan di setiap posko yang dikunjungi.(EZ)

*)Berita ini sudah direvisi 17 April 2020, berkaitan dengan status pasangan yang berboncengan dan distop. Mereka adalah pasangan suami istri, bukan ayah dan anak (Redaksi)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.