Buat Postingan Provokatif Terkait Anjuran Pemerintah, Seorang Netizen di Lobar Berurusan dengan Polisi

KabarNTB, Lombok Barat – Penyidik Sat Reskrim Polres Lombok Barat melakukan pemeriksaan terhadap seseorang netizen berinisial HC (31 tahun), warga lingkungan Dasan Geres Timur, Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung karena diduga telah membuat status bernada provokatif di akun media sosial Facebook miliknya.

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat AKP Dhafid Shiddiq, mengatakan, HC dalam keterangannnya mengaku secara sadar membuat status dimaksud di akun Facebook miliknya.

“HC menerangkan bahwa dirinya membuat status bernada provokatif karena tidak setuju dengan himbauan dari pemerintah terkait ditiadakannya sholat jum’at dan sholat taraweh secara berjamah selama masa pandemi Covid-19,” jelas Kasat Reskrim.

Pelaku HC saat menjalani pemeriksaaan oleh penyidik Polres Lombok Barat

Postingan itu berawal ketika HC melihat status pada akun facebook @KUNYIT KUNING. Ia kemudian membagikan postingan akun @KUNYIT KUNING itu ke grup LOMBOK BARATKU BERBICARA dengan menambahkan caption: “wahai saudara2 mari kita laksanakan untuk bersama berjihad melaksanakan sholat jumat di masjid tempat masing2, umat islam se pulau Lombok bangkitlah pulau seribu masjid. Bengkel sudah bergerak dan kami siap mati membela islam”.

“Yang bersangkutan juga mengakui ada netizen yang berkomentar untuk segera dihapus dan langsung postingan tersebut di hapus oleh yang bersangkutan,” imbuh Kasat Reskrim.

HC mengakui perbuatannya dan menyesal telah membuat postingan tersebut di akun Facebook miliknya. Ia kemudian membuat surat pernyataan yang ditulisnya sendiri bahwa tidak akan mengulangi perbuatan perbuatan yang melanggar hukum, secara sadar dan tidak ada paksaan.

HC disangkakan dengan pasal 28 ayat (2) pasal 45A ayat (2) UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE. Ia dikenakan wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis.(NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.