Desa Talonang Dapat Bantuan Jaringan Air Bersih dari Kementerian PUPR

KabarNTB, Sumbawa Barat – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menggelontorkan bantuan pembangunan jaringan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kali ini bantuan tersebut menyasar warga Desa Talonang, SP III kecamatan Sekongkang.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP) KSB, Burhanuddin Harahap menjelaskan, bantuan pembangunan jaringan air bersih di desa paling selatan KSB itu dipastikan akan sangat bermanfaat untuk masyarakat setempat.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPRPP Sumbawa Barat, Burhanuddin

“Memang (bantuan) sedang ditunda kegiatannya karena anggarannya dari DAK fisik, karena kebijakan Pemerintah pusat terkait penanganan wabah virus Corona. Tapi dari sisi manfaat kami yakin program itu nanti perlu dan harus dilajutkan (pasca corona),” terang Burhanuddin, Senin 4 Mei 2020.

Ia menyampaikan, proyek jaringan air bersih di Desa Talonang itu bernilai sekitar Rp 600 juta lebih. Sebelumnya Dinas PUPRPP KSB telah  turun lapangan melakukan pengecekan lokasi termasuk mendata jumlah warga calon penerima manfaat program air bersih itu.

“Pekerjaan pendataannya sudah hampir selesai kemarin, tapi di tengah jalan kebijakan pusat mengenai corona muncul. Jadi kita hentikan sementara dan lanjutannya menggunggu pandeminya reda,” bebernya.

Menurutnya, berdasarkan perencanaan pendahuluan, proyek jaringan air bersih di desa Talonang itu ada kemungkinan dapat dielaborasi dengan fasilitas air bersih miliki desa setempat. Di mana di Desa Talonang terdapat sumur bor yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber mata air.

“Kita akan cek nanti apakah sumur bor milik desa itu bagus atau tidak. Kalau bagus baik secara kualitas maupun debit, kita bisa pakai. Jadi yang dibangun nantinya cukup bak penampungan, jaringan serta sambungan ke rumah warga penerima manfaat,” urainya.

Ia menambahkan, bantuan jaringan  air bersih di desa Talonang itu sudah sangat tepat. Sebab di salah satu desa pesisir selatan KSB itu selama ini tidak memiliki sumber mata air permukaan alami. Pemanfaatan air permukaan oleh warga hanya memanfaatkan teknologi manual dengan membangun sumur-sumur dangkal untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Dan kondisi itu tetap memberatkan  masyarat Talonang, karena hanya dengan mengandalkan sumur-sumur dangkal itu, warga tetap kesulitan memperoleh air bersih teruatama pada saat musim kemarau.

“Jadi harapan kami (pandemi) virus corona ini segera berakhir agar proyek pengadaan program air bersih itu bisa segera mulai dikerjakan. Karena bantuan itu sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Apalagi pihak desa sudah menyampaikan ke kami iap memaksimalkan program itu menggunakan anggaran desa,” tandas Burhanuddin.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.