Otak Komplotan Pembobol Gudang Ekspedisi di Cakranegara Ditembak Polisi

KabarNTB, Mataram – Tim Opsnal Polsek Cakranegara terpaksa menembak kaki MZ alias Zul (25 tahun) dedengkot atau otak komplotan pelaku pencurian spesialis gudang ekspedisi di wilayah setempat pada Jum’at 22 Mei 2020. Pelaku yang merupakan warga Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram merupakan orang ke-6 dari komplotan pembobol gudang ekspedisi di Cakranegara yang berhasil ditangkap Polisi.

“Zul kami tangkap bersama satu pelaku lainnya yaitu Suhaedi alias Edi. Zul ini otak dari aksi pelaku spesialis gudang ekspedisi,” ungkap Kapolsek Cakranegara, AKP Zaki Magfur di Mataram, Rabu 27 Mei 2020.

Adapun Zul dan komplotannya ditangkap berdasarkan empat laporan yang diterima Kepolisian yakni, pelaku beraksi diawal pandemi Corona di Mataram yaitu sekitar 12 Maret 2020. 4 pelaku lainnya yakni, Sahlan, Andi, Hulaifi dan Babah. Dalam aksinya pelaku menyasar area pergudangan dan truk ekspedisi.

Kapolsek Cakranegara Kotra Mataram, AKP Zaky Magfur memperlihatkan barang bukti hasil jarahan dan enam orang pelaku (pakai baju tahanan dibelakang)

“Banyak yang mereka curi mulai dari sembako dan alat pelindung diri (APD), Juga alat elektronik seperti dispenser dan magic com, Ada juga beberapa dus pasta gigi sehingga total kerugiannya ratusan juta rupiah,” beber Kapolsek.

Ke-6 orang pelaku ditangkap bergiliran ditiga lokasi berbeda. Dalam beraksi para pelaku ini menggunakan modus mirip bajing loncat dan beraksi dimalam hari. Mereka merampok truk yang sedang berhenti kemudian merusak terpal penutup truk dan menguras isinya. “Itu modusnya mirip bajing loncat. Tapi ini yang dicuri milik truk yang berhenti,” ungkap Kapolsek.

Dari keterangan lima pelaku yang ditangkap, Zul disebut sebagai otak aksi pencurian itu. Pada saat ditangkap Zul berupaya melarikan diri sehingga petugas Kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas dengan tembakan terukur yang mengenai betis kanan pelaku.

Disebutkan Zaky, keenam pelaku sudah saling mengenal. Mereka juga kenal susah cukup lama. Kini petugas sedang mengembangkan kasus ini. “Kita lagi selidiki laporan yang lain dan kita akan kembangkan. Tapi untuk empat laporan sebelumnya mereka ini pelakunya berenam,” tuturnya.

Zaky juga mengaku prihatin karena pelaku mencuri APD dan masker yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat. Apalagi pelaku menjual APD dan masker secara eceran ke kabupaten lain di NTB. “Padahal ini kan sangat dibutuhkan masyarakat. Kita sangat prihatin dan sayangkan,” sesal Zaky.

Di depan petugas, salah satu pelaku mengaku menjual dispencer hasil curian seharga Rp. 150.000 per unit, padahal harga normalnya sekitar Rp. 600.000, Lalu satu dus pasta gigi dijual Rp. 400.000. “Itu Zul yang ambil dari atas truk, kemudian dititip di rumah rekannya di Kendang Lekong. Setelah itu kita ambil barangnya disana,” kata Edi salah satu pelaku.

Dari perbuatannya itu, keenam pelaku terancam dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara.(NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.