Pilihan Husni Djibril dan Kehilangan yang Dirasakan Demokrat

Politisi senior PDIP NTB yang juga Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril, mengisyaratkan tidak akan maju di Pilkada Sumbawa. Pilihan politik Husni Djibril tergambar ketika dirinya memilih mundur dan tidak ikut dalam kegiatan fit and profer test bakal calon se-Pulau Sumbawa yang dilaksanakan DPD Partai Demokrat NTB, pada Senin 11 Mei 2020 di Sumbawa Besar.

***

Sejauh ini memang belum ada pernyataan resmi dari Husni Djibril yang menyatakan dirinya tidak akan maju di Pilkada Sumbawa. Namun keputusannya tidak ikut fit and profer test Demokrat menimbulkan rasa ‘kehilangan’ mendalam bagi partai berlambang mercy itu.

Hal ini cukup beralasan, mengingat DPC Demokrat Sumbawa, merupakan pendukung utama Husni Djibril di Pilakada 2015 dan sejak awal proses Pilkada 2020 telah bersiap-siap untuk mengusung kembali Husni Djibril untuk kepemimpinan periode kedua di Sumbawa.

Politisi Senior PDI Perjuangan yang juga Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril

Sebagai politisi senior yang sarat pengalaman dan telah lama melanglangbuana di kancah politik NTB, Husni Djibril bagi Demokrat adalah sosok penuh ide untuk pembangunan Sumbawa yang akan selalu dikenang.

“Beliau adalah sokoguru politik sekaligus kakak dan keluarga, meskipun kami tidak lahir dari rahim ideologi politik yang sama. Husni Djibril merah (PDIP) sedangkan SF biru (Demokrat). Namun setiap gerak-gerik politik beliau sangat saya pahami,” ucap Ketua DPC Demokrat Sumbawa, Syamsul Fikri (SF), menggambarkan sosok Husni Djibril.

Menurutnya, Husni Djibril pantas dijadikan sebagai wadah untuk menambah berbagai pengalaman politik, termasuk dalam mengambil suatu kebijakan strategis untuk Sumbawa. Fikri menyebut satu persatu program-program pembangunan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari keberhasilan Husni Djibril sebagai kepala daerah. Mulai dari pembangunan pasar Seketeng, relokasi RSUD, bendungan Beringin Sila, jalan hotmix Lantung – Ropang, revitalisasi pasar, Puskesmas, sampai yang terbaru kelanjutan pembangunan Bendungan Kereke, penambahan debit air baku Semongkat dengan adanya sumber air baku Ai Ngelar, kredit SAHABAT dan dermaga Teluk Santong.

“Kebijakan beliau hebat dan selalu bermuara pada kepentingan rakyat. Dan semua ini merupakan ide-ide cemerlang yang pernah dijanjikan saat kampanye tahun 2015 lalu dan sekarang semuanya terwujud sebagaimana kita lihat dengan jelas,” bebernya.

“Beliau patut dan layak dijadikan sebagai sokoguru politik bagi kita semua. Mungkin kebaikan beliau sekarang belum bisa dirasakan tapi akan dirasakan manfaatnya setelah beliau berhenti menjadi Bupati Sumbawa,” imbuh SF.

Sebagai Ketua Tim Sukses Husni Djibril di Pilkada 2015 lalu, SF mengaku sebenarnya sangat mengharapkan keikutsertaan kembali ‘Putra Utan’ itu di Pilkada 2020. Namun ia menyatakan menghormati keputusan Husni Djibril yang memilih mundur karena argumentasi sakit yang bahkan berpengaruh pada berat badannya yang turun sekitar 12 Kg.

“Beliau berkata kepada jajaran pengurus DPC Demokrat Sumbawa dan Tuan Guru Mahalli Fikri, Ketua DPD Demokrat NTB bahwa kesehatannya lebih berharga daripada Jabatan. “Saya telah banyak makan garam dalam dunia politik, dua periode di DPRD Sumbawa, tiga periode di DPRD Provinsi dan akan menyelesaikan satu periode menjadi Bupati Sumbawa. Umur saya sekarang 66 tahun menginjak 67 tahun dan saya sekarang sudah tua serta sakit yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain, tolong maafkan saya, atas nama pribadi dan keluarga karena mengundurkan diri dari Proses penjaringan oleh DPD Demokrat,” ungkap SF menirukan ucapan Husni Djibril.

Demokrat, meski berat, menghormati pilihan yang diambil Husni Djibril. “Menurut kami beliau sosok yang santun, kompromis, konsisten dan mempunyai integritas dalam berpolitik. Kami pengurus Demokrat Sumbawa belum bisa memberikan yang terbaik buat Beliau, tapi inilah kami yang hanya bisa menjadi garda terdepan bersama PDIP dalam membantu mensukseskan program-program yang dijanjikan dulu saat kampanye Pilkada 2015,” timpal SF.

SF mengutip pernyataan Friedrich┬áSciller dalam Wilhelm Tell, “Yang lama musnah, masapun berubah, dan diatas puing keruntuhan mekarlah kehidupan baru”. “Kebaikan dari yang lama tidak akan musnah namun tetap menjadi kenangan manis untuk dikenang. Mudah-mudahan akan mekar pemimpin yang bisa melanjutkan cita-cita luhur Bapak HM Husni Djibril,” tutupnya.(Jack Zakariah)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.