Polisi Grebek Gudang Tempat Produksi Tepung Terigu Oplosan di Mataram

KabarNTB, Mataram – Sebuah gudang di komplek pertokoan Jalan Gora Kelurahan Selagalas Kota Mataram digerebek unit Tipidter Satreskrim Polresta Mataram, Senin 13 Mei 2020. Gudang tersebut diduga digunakan sebagai lokasi pengemasan ulang atau oplosan bahan makanan berupa tepung terigu tanpa disertai ijin standar kesehatan.

Saat penggerebekan, petugas mendapati 6 ton bahan tepung terigu yang sudah dikemas ke dalam bungkusan plastik dan Tepung terigu yang masih dalam kemasan asli.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Rabu 13 Mei 2020, menjelaskan, petugas langsung memproses dan memeriksa pemilik gudang berinisial TB di Mapolresta Mataram. “Untuk kepentingan penyelidikan, Petugas mamasang garis polisi atau police line di tempat produksi gudang tersebut,” jelasnya.

Gudang yang menjadi lokasi pengolosan tepung terigu tanpa ijin yang digrebek Petugas Kepolisian Polresta Mataram

Penggerebekan dilakukan atas dasar informasi yang didapat di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram yang menyebut banyak bahan tepung yang dikemas dengan menggunakan plastik dan dijual bebas yang tidak disertai dengan ijin resmi dari dinas kesehatan. Dari Informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan langsung ke gudang tersebut.

Dari hasil penyelidikan petugas mendapatkan beberapa sumber yang diduga memproduksi dengan cara membuka kemasan akhir pangan yang selanjutnya dikemas kembali untuk diperdagangkan.

“Penggerebekan sekitar pukul 13.30 Wita di sebuah gudang yang diduga mengemas ulang bahan makan tanpa disertai ijin standar dan juga membuka kemasan akhir pangan untuk dikemas lagi dan dijual,’’ imbuh Kasat Reskrim.

Saat petugas tiba di gudang, pemilik gudang berinisial TB berada di lokasi sedang mengawasi produksi yang diduga mengemas kembali dengan cara ilegal. Selanjutnya petugas melaksanakan pemeriksaan administrasi sesuai merek yang digunakan. Produk yang ditemukan petugas tidak mengantongi ijin standar kesehatan. Sedangkan kapasitas produksi gudang tersebut terbilang besar karena seharinya bisa mencapai 2 ton.

“Produk yang kita temukan tidak mempunyai izin edar. Ini diperkuat dari hasil koordinasi dengan pihak terkait bahwa nomor register yang tertulis di produk tidak teregister di BPOM. Tapi kami akan koordinasi lebih lanjut lagi dengan BPOM,’’ Kadek Astawa.

Saat diinterogasi, pemilik gudang mengakui tidak memiliki merk untuk memproduksi atau mengemas produk tersebut. Tapi pemilik tetap nekat untuk diperdangkan lagi dipasaran.

“Dari perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 139 Undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp. 2 Miliyar,” demikian Kadek Astawa.(NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.