Positif Covid-19 Bertambah, KSB Tidak Rubah Kebijakan Termasuk Soal Ibadah Ramadhan

KabarNTB, Sumbawa Barat – Jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bertambah satu orang per hari Ahad 3 Mei 2020. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, pada Ahad petang, mengumumkan terjadinya penambahan 18 kasus baru positif dan salah satunya dari KSB yakni Pasien nomor 262, an. Tn. AF, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Senayan, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat.

AF tidak pernah kontak dengan orang positif Covid-19 dan memiliki riwayat perjalanan dari Magetan Jawa Timur (cluster Magetan) dan Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik. Yang bersangkutan merupakan positif Covid-19 03 di KSB.

Menanggapi penambahan satu kasus positif ini, Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin menegaskan tidak ada perubahan kebijakan dalam konteks penanganan dan pelaksanaan protokol pencegahan Covid-19 di KSB. Termasuk dalam hal pelaksanaan ibadah berjamaah di masjid selama Bulan Ramadhan.

Bupati KSB, HW Musyafirin (tengah) dalam konfrensi pers terkait penambahan satu orang positif Covid-19, Ahad malam (3/5)

“Malam ini saya ingin sampaikan kepada kita semua, bahwa tidak ada kebijakan yang berubah dengan adanya tambahan satu yang positif. Jadi himbauan-himbauan yang sudah kita lakukan tetap (berjalan). Masjid untuk taraweh, tadarus juga tetap, tapi dengan menerapkan protokol standar, memakai masker, tersedia air dan sabun cuci tangan di semua masjid, tidak pakai karpet dan protokol lainnya,” jelas Bupati dalam konferensi pers di Posko utama Gugus Tugas Covid-19 KSB, Ahad malam.

Bupati juga menyinggung tentang adanya sinyal pelonggaran akses keluar masuk wilayah (dengan perizinan khusus), termasuk pembukaan jalur penerbangan untuk kegiatan bisnis. Atas kondisi itu, Bupati menegaskan, yang paling penting adalah mengingatkan kepada masyarakat, khususnya pelaku perjalanan harus benar-benar jujur saat diperiksa petugas di lapangan maupaun kepada masyarakat di sekitar lingkungannya.

“Kalau memang pelaku perjalanan, termasuk yang kurang sehat untuk tidak datang ke masjid, tidak datang ke keramaian, atau dengan kesadaran sendiri melakukan isolasi (mandiri) atau melapor kepada kami (gugus tugas), biar kami yang isolasi,” tegas Bupati.

Bupati menegaskan, bahwa Pemerintah KSB telah mengantisipasi semua kemungkinan, termasuk datangnya 11 orang cluster Magetan pada April lalu ke KSB. “Itu memang dari sana (Magetan) sudah dikawal. Jadi kontak-kontak dengan orang lain memang sudah kita batasi. (Potensi resiko penularan) sudah kita petakan. Karena ini sudah kita antisipasi sedemikian rupa, termasuk dengan pembatasan pengawasan ketat akses masuk, makanya kebijakan tidak ada yang berubah. Kita sudah memantau situasi daerah kita, Saya setiap malam juga datang ke pelosok-pelosok desa untuk memastikan tidak ada kepanikan, tapi yang ada kewaspadaan dan masyarakat tetap melasksanakan aktifitas dengan baik,”.

“Jadi yang mau beribadah silahkan, yang tidak beribadah silahkan, dengan niat yang sama. Yang tidak ke masjid dengan niat tidak ingin menularkan penyakit ke orang lain. Yang datang ke Masjid ingin menghilangkan wabah ini dengan cara berdoa. Jadi semuanya baik, asal masing-masing menjalankan protokol dengan disiplin,” tandas Bupati.

Sementara itu juru bicara gugus tugas KSB, H Tuwuh yang mendampingi Bupati, menjelaskan, berdasarkan tracking contact yang telah dilaksanakan terhadap Positif 03, telah terdata sebanyak 9 orang. “Dua orang adalah saudaranya dari Mataram dan sudah kembali ke Mataram pada 26 April. Jadi yang ada disini keluarga dekatnya saja, karena memang dia (AF) tidak kemana-mana. Seluruh kontak erat ini besok akan kita rapid test dan pengawasan akan lebih diperketat,” jelasnya.

“Termasuk opsi membawa semua kontak erat ini ke Rusunawa (isolasi terpusat) tadi sudah kami bahas. Kalau memang nanti kita lihat resikonya tinggi, akan kita bawa untuk isolasi terpusat,” imbuh Haji Tuwuh.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.