Syamsul Fikri, Demokrat dan Kepemimpinan Sumbawa

Oleh : Harun Sohar

Kabupaten Sumbawa salah satu kabupaten di Indonesia yang juga akan menyelenggarakan pilkada serentak bersama dengan beberapa daerah lainnya. Perhelatan politik tingkat local ini, rencana akan berlangsung di tahun 2020 ini, meskipun informasi terkait Pilkada tahun 2020 ini masi belum final terkait jadwal. Karena kejadian luar biasa disebabkan oleh wabah covid 19 yang menyita perhatian semua pihak.

Memang peristiwa covid 19 ini, menguras dan menyita tenaga pikiran dan waktu baik pemerintah maupun masyarakat luas. Sehingga agenda pembangunan termasuk agenda Pilkada harus tertunda dan dipersyaratkan jika kondisi sudah berlangsung normal dan membaik baru bisa terlaksana.

Di tengah “musim” wabah covid 19 ini, tentu kita boleh donk sejenak memikirkan nasib “Desa Darat” kita. Sembari kita tidak lupa untuk terus tetap waspada dan saling mengingatkan tentang respon kita masing – masing ditengah pandemic Corona ini. Kembali ke judul tulisan ini,sebagian kita mungkin muncul kemudian pertanyaan, apa esensinya tulisan ini ?, apa menariknya bacaan soal politik di tengah perhatian kita semua tertuju pada covid 19?. Jawabannya sederhana saja, ditengah kegalauan social oleh pandemic corona ini, kita ingin lahir pemimpin Sumbawa yang mampu dan memastikan setiap masalah bisa terselesaikan.

Dalam kancah politik local Sumbawa, Demokrat memiliki trend positif dan cenderung terus mengalami peningkatan perolehan suara. Terbukti dari sejak pemilu 2004 yang hanya satu kursi di legislatif terus bertambah di setiap pemilu dan sampai meraih unsur pimpinan legislatif di pemilu 2019.

Selain karena faktor kepemimpinan kuat seorang Syamsul Fikri sebagai arsitek dan Top Leader Demokrat Sumbawa dan didukung juga oleh soliditas dan kerja keras semua kader sampe tingkat Desa dan dusun. Demokrat sering memberikan “Kejutan Kejutan” Politik bagi publik Sumbawa. Dalam pengamatan singkat, Sebagai Partai Pengusung pada Pilkada, Demokrat sudah tiga kali berhasil mengantarkan calon Kepala daerah. Dimulai pada pada Pilkada provinsi NTB tahun 2013, setelah itu di Pilkada Kabupaten Sumbawa tahun 2015, dan terakhir di Pilkada Provinsi NTB tahun 2018.

Pada Pilkada Serentak tahun 2020 ini, sebelum dan dalam nuansa wabah covid 19 ini, Demokrat Sumbawa telah melakukan penjaringan bakal calon kepala daerah Sumbawa secara terbuka. Dari proses pendaftaran sampai tahapan penyampaian visi dan misi yang difasilitasi secara terbuka dan bisa disaksikan lewat live streaming, menjadi kesempatan bagi masyarakat luas untuk mengenali dan menilai kualitas dan “isi otak” para calon pemimpinnya.

Pesan yang disampaiakan demokrat adalah bahwa dalam memilih pemimpin Sumbawa, masyarakat tidak boleh seperti perumpamaan Beli kucing dalam Karung, masyarakat harus tahu apa visi dan misinya, masyarakat Sumbawa harus tahu siapa pemimpin yang bisa mendiagonsa “penyakit” dan sekaligus bisa menyembuhkannya. Dan Demokrat tentu hendak ingin mewadahi proses pendidikan politik ini agar kita semua bisa “well inform” tentang calon calon pemimpin Sumbawa.

Arsitek Demokrat Sumbawa

Elit politik Sumbawa bahkan sebagian masyakat kita, mungkin sudah familiar dengan nama seorang Syamsul Fikri. Dalam kancah politik local, selain para senior politisi local, Nama Syamsul Fikri adalah salah satu tokoh yang sudah merasakan asam garam pahit manis medan politik Sumbawa.

Bisa dibilang seorang SF ( Syamsul Fikri ) merupakan Founding Father Demokrat Sumbawa. SF adalah orang yang menancapkan dan “pengibar Bendera” pertama Demokrat di Sumbawa. dan menjadi ketua pertama dan sampai saat ini. Terhitung semenjak partai ini eksis di Sumbawa sehingga sudah empat periode kepemimpinannya.

Berkat kepiawaian dan pengalaman politik seorang SF, Tantangan dan dinamika internal partai telah mampu dilewati dengan baik. Seperti kata pepatah, menanam kebaikan, maka kebaikan pula yang akan dipetik. Syamsul fikri telah terpilih menjadi anggota legislatif yang keempat periode dan berhasil menjadi unsur pimpinan di DPRD Kabupaten Sumbawa. Dalam konteks politik Sumbawa tentu seorang SF telah banyak bergelut dengan pengalaman dan realitas social politik Sumbawa.

Artinya selain sudah populer sebagai seorang politisi, beliau sudah berinteraksi banyak dengan banyak orang dan matang dengan berbagai persoalan yang ada di daerah Sumbawa. Maka tidak berlebihan kalau meminjam istilah Bang Nurdin Ranggabarani, salah seorah politisi senior Sumbawa, yang memahami suasana kebatinan politik tentu politisi itu sendiri dan mereka yang telah “mendirikan” bangunan partai politik dari nol dan berjuang berdarah darah menyiapakan moril dan materilnya sampai terwujud sebuah bangunan kokoh sebuah partai.

Menjelang lahirnya pemimpin baru untuk Sumbawa di tahun 2020 ini, public bertanya, apakah seorang Syamsul Fikri akan memutuskan untuk “bertarung” di Pilkada tahun ini, ataukah seorang SF akan mengikhlaskan Demokrat untuk mengusung calon tertentu sebagai pengganti jiwa dan raganya untuk menahkodahi kabupaten Sumbawa di periode kepemimpinan tahun 2021 – 2024? Wallahuallam….(*)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.