Truk Besar Masuk Kota di Jam Sibuk, Pemda Sumbawa Diminta Jangan Tebang Pilih

KabarNTB, Sumbawa — Bebasnya kendaraan berat seperti truk besar atau fuso masuk kedalam kota Sumbawa pada jam-jam sibuk dikritik Burhanuddin Jafar Salah, salah seorang tokoh masyarakat setempat. Mantan Anggota DPRD NTB, itu menegaskan, aturan mengatur bahwa kendaraan berat tidak boleh masuk ke dalam kota.

“Kondisi seperti ini sangat tidak baik dipertontonkan oleh pemerintah, dimana kita ketahui bersama kondisi badan jalan yang ada di dalam kota Sumbawa saat ini sudah tidak sesuai dengan jumlah volume kendaraan yang kian waktu semakin bertambah,” jelas tokoh yang akrab disapa BJS itu, kepada wartawan di kediamannya, Jum’at 29 Mei 2020.

“Kondisi jalan kita sangat ramai apalagi pada jam sibuk. Jika kendaraan berat jenis fuso dibiarkan masuk juga kedalam kota, maka akan menambah kesemberautan dan kemacetan, sudah tentu menambah permasalahan baru bagi masyarakat penguna jalan lain,” imbuhnya.

Kendaraan besar jenis truk yang masuk dalam kota Sumbawa di jam sibuk

Ia meminta agar masalah tersebut tidak dibiarkan berlarut, karena kasihan masyarakat lain. “Kami tidak ingin ini tidak disikapi segera mungkin dan pemerintah menutup mata serta terjadi pembiaran,” ungkap BJS.

Ia meminta pemerintah melalui dinas tekhnis untuk segera bersikap dan turun lapangan menertibkan jika ada kendaraan berat yang masuk ke dalam kota pada jam sibuk. “Demikian juga masyarakat serta pengusaha yang mengunakan badan trotoar untuk keperluan pribadi seperti lokasi parkir untuk segera ditindak tanpa tebang pilih,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyinggung soal perbaikan dan pembangunan portal disetiap pintu masuk dalam kota. Hal itu penting sebagai salah satu langkah untuk mencegah kendaraan berat masuk ke dalam kota. Ia menilai dalam penegakan aturan terjadi tebang pilih.

“Jika terjadi penertiban hanya wong cilik saja yang menjadi sasaran seperti pedagang kecil yang mengunakan trotoar. Namun sebaliknya jika truk pengusaha yang melakukan bongkar muat serta lokasi trotoar dijadikan tempat parkir pribadi maka tidak ada teguran, inilah yang dimaksud tebang pilih dalam penegakan aturan,” tudingnya.

Ia meminta kedepan agar pemerintah tidak ada pilih kasih dalam penegakan aturan.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.