Harga Anjlok, Aliansi Petani Jagung Plampang Gedor Kantor Bupati dan DPRD Sumbawa

KabarNTB, Sumbawa – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Petani Jagung (APJ) Kecamatan Plampang mengelar aksi damai di halaman kantor Bupati dan gedung DPRD Sumbawa, Selasa 16 Juni 2020. Mereka menuntut keberpihakan pemerintah terhadap nasib petani jagung yang saat ini harga komoditinya anjlok, sementara disatu sisi biaya operasional sangat tinggi.

Massa aksi mengawali aksi di halaman kantor Bupati, sebelum beranjak ke gedung DPRD Kabupaten Sumbawa. Orator aksi menegaskan, Kabupaten Sumbawa merupakan kabupaten penghasil jagung di NTB dengan luas lahan mencapai 75,407 hektar, namun petani merasa pemerintah belum berpihak kepada mereka.

Massa menuntut pemerintah mengatensi kondisi anjloknya harga jagung di tengah Pandemi Covid-19. Saat ini harga jagung turun dikisaran Rp.2.950 hingga Rp.3000 dengan kadar air 19%-20%, sementara harga tersebut tidak sesuai dengan Permendag no28 tahun 2018 penentuan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp.3,150/kg harga acuan pembelian ditingkat petani dan konsumen dengan kadar air 15 %.

Aksi damai yang dilaksanakan Aliansi Petani Jagung Kecamatan Plampang di Kantor Bupati dan DPRD Sumbawa

“Kami Aliansi petani jagung Kecamatan Plampang mendesak Bupati Sumbawa agar melakukan intervensi harga terhadap produk-produk yang dihasilkan petani sesuai HPP, terutama komoditas jagung dengan harga maksimal Rp.3,950/kg dan minimal Rp.3,500/kg. Itu penting agar petani sejahtera dan bisa menutupi biaya produksi,” tegas salah satu orator.

Adapun enam tututan Aliansi Petani Jagung Kecamatan Plampang adalah : Meminta pemerintah daerah melalui Camat Plampang untuk menonaktifkan sementara waktu aktifitas selama harga jagung masih anjlok; Mendesak dinas pertanian Kabupaten Sumbawa untuk segera mengoptimalkan harga acuan pembeli ditingkat petani agar tidak terjadi monopoli harga; Mendesak Pemda agar segera membuat regulasi tetap (PERDA) penentu harga pokok pembelian terhadap komoditi jagung di Kabupaten Sumbawa; Meminta Bupati Sumbawa segera menaikkan harga jagung sesuai dengan (HPP); Meminta DPRD Sumbawa segera meninjau harga jagung dilapangan dan menaikkan harga jagung maksimal Rp 3,395 dan minimal Rp 3,500/kg.

Jika tuntutan tersebut tidak diindahkan, massa aksi mengancam akan melakukan tindakan yang menurut mereka benar.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.