Hearing Kedua di DPRD Sumbawa Soal Jembatan Pelempit Gagal

KabarNTB, Sumbawa — Hearing yang rencananya menghadirkan pihak-pihak terkait difasilitasi DPRD Sumbawa terkait proyek pembangunan Jembatan Pelempit di Jalan Garuda Sumbawa Besar kembali gagal dilaksanakan, pada Selasa 23 Juni 2020.

Hearing kedua kalinya itu gagal karena sejumlah pihak terkait dari pemerintah daerah maupun Pemprov NTB tidak hadir. Yang tampak di gedung DPRD Sumbawa hanya beberapa perakilan SKPD tekhnis saja.

Suasana hearing yang difasilitasi DPRD Sumbawa terkait proyek pembangunan jembatan Pelempit

Terkait permasalahan tersebut, Wakil Ketua DPRD Sumbawa Syamsul Fikri, didampingi Ketua Komisi III Hamzah Abdullah serta anggota komisi tekhnis lainnya, terpaksa mengagendakan kembali hearing sampai semua Dinas atau SKPD tekhnis hadir tanpa diwakili.

“Permasalahan ini tidak boleh dibirkan berlarut dan pembangunan yang memakan biaya milyaran rupiah tersebut harus terus berjalan,” tegas Fikri.

“Pembangunan tidak boleh berhenti, apalagi pembangunan tersebut memakan dana milyaran rupiah, bayangkan saja untuk pembebasan lahan mencapai 24 Milyar rupiah, belum lagi pembangunan yang berkisar pada 27 milyar lebih, kalau dibiarkan berlarut kondisi ini maka pembangunan akan semakin lama penyelesaiannya,” imbuhnya.

DPRD akan mengagendakan ulang pertemuan tersebut pada Senin 2 Juli mendatang. Ia meminta para pihak hadir tanpa diwakili. Jika semua pihak hadir, DPRD Sumbawa bisa mengkaji persoalan secara komperhensif sebelum mengambil keputusan dan membuat rekomendasi.

“Paling lambat pada Senin mendatang DPRD Sudah bisa mengeluarkan rekomendasinya,” demikian Fikri.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.