Gubernur : Banyak ASN Baik dan Pintar Tidak Berada di Tempat Semestinya karena Tidak Netral!

KabarNTB, Mataram – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyinggung soal netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pilkada yang menurutnya menjadi penyebab ASN yang baik dan pintar tidak mendapatkan tempat semestinya karena tidak netral.

Saat memberikan pembinaan ASN di Kantor Dispora Provinsi NTB, Rabu, 8 Juli 2020 Gubernur mengungkap, bahwa netralitas ASN menjadi perhatian penting dalam menyaring pejabat-pejabat birokrasi di NTB, mengingat netralitas tersebut juga berpengaruh terhadap kinerja ASN.

“Orang yang baik dan pintar di NTB ini tidak bisa menemukan posisi yang pas karena ketika Pilkada dia tidak netral. Ini yang menjadi masalah kita, jadi ASN netral itu penting,” terangnya.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB menerapkan cara baru dalam menyaring pejabat-pejabat yang akan memegang jabatan di birokrasi di NTB. Gubernur Zul mengatakan pemimpin-pemimpin di birokrasi perlu mengadopsi nilai-nilai baru tersebut.

“Ada nilai baru yang ingin kita tanamkan, siapapun yang ingin jadi pemimpin di era kita ini bukan orang yang ingin dihormati berlebihan, bukan orang yang ingin mendapatkan fee dari proyek yang lebih besar,” tegasnya.

Pemimpin yang diinginkan, lanjutnya, adalah pemimpin atau pejabat yang memiliki kerendahan hati untuk berkorban lebih banyak demi mewujudkan NTB yang Gemilang. Hal ini dilakukan untuk menghindari persaingan yang tidak sehat di antara ASN.

“Kita mencoba mengubah pola tersebut agar birokrasi dapat berjalan dengan lancar dan tepat agar cita-cita NTB Gemilang dapat terwujud,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menegaskan bahwa pemimpin-pemimpin di birokrasi mesti dapat memberikan contoh baik kepada bawahannya, selalu humanis dan tidak melupakan silaturahmi antara atasan dan bawahan untuk meningkatkan kekompakan. Sudah saatnya pemimpin belajar menjadi manusia. Ia berharap, kedatangannya ke Dispora menjadi contoh untuk para pemimpin yang ada di birokrasi dalam mengelola organisasi dengan cara silaturahmi rutin seperti ini.

“Alangkah baiknya jika di lingkungan tempat kerja kita jadi nyaman dan menyenangkan, penuh kekeluargaan, sehinggah seperti rumah kedua buat kita semua,”.

“Kata orang bijak, manusia bisa terbang karena belajar dari burung, bisa berenang karena belajar dari ikan. Sudah saatnya kita belajar jadi manusia, cukup dengan salam dan senyuman,” pungkasnya.(NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.