Terima SK PKPI, Firin – Fud Tinggal Tunggu Nasdem untuk Melawan Kotak Kosong

KabarNTB, Sumbawa Barat – Pasangan Bakal Calon Bupati – Bakal Calon Wakil Bupati, HW MUsyafirin – Fud Syaifuddin (Firin-FUd), menerima SK dukungan dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) sebagai pasangan yang akan diusung di Pilkada Sumbawa Barat 9 Desember 2020 mendatang.

SK dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI itu diserahkan secara langsung oleh Sekretaris Jenderal DPN PKPI, Ferry Surya Hendrawan didampaingi Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI NTB, Andi Laweng dan Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) PKPI KSB, Aheruddin Sidik kepada pasangan Firin – Fud di Taliwang, Selasa 28 Juli 2020.

PKPI merupakan salah satu parpol yang ‘setia’. Di Pilkada KSB 2015 partai besutan Diaz Hendropriyono ini juga masuk dalam koalisi pengusung pasangan Firin – Fud. “Di 2015 beliau (Firin-Fud) berjanji kepada PKPI untuk memajukan Kabupaten Sumbawa Barat. Alhamdulillah janji dan visi misi beliau telah dilaksanakan dengan baik, program -program yang dilaksanakan adalah program yang menyentuh langsung dan memberikan manfaat besar untuk masyarakat di akar rumput. Keberpihakan terhadap rakyat, inilah yang membuat Kami dari kabupaten sampai provinsi dan DPN PKPI sepakat bergabung kembali dengan pasangan F3,” beber Ketua DPP PKPI NTB, Andi Laweng.

Sekjend DPN PKPI, Ferry Surya Hendrawan didampingi Ketua DPP PKPI NTB, Andi Laweng dan Ketua DPK PKPI KSB Aheruddin Sidik menyerahkan SK DPN PKPI kepada pasangan Firin – Fud sebagai bakal pasangan calon yang akan diusung di Pilkada KSB

Menurutnya, fakta tentang keberhasilan memimpin dalam kurun waktu hampir 5 tahun menyebabkan pasangan Firin – Fud nyaris tidak ada lawan, bahkan besar kemungkinan akan melawan kotak kosong di Pilkada mendatang.”Hasil survey membuktikan, masyarakat sudah melihat sendiri. Kenapa tidak ada lawan? karena keberhasilan program-program beliau berdualah yang membuat hal ini terjadi,” imbuh Andi Laweng.

Sekjend DPN PKPI, Ferry Surya Hendrawan, mengatakan selain keberhasilan program – program yang dilaksanakan dan aspirasi yang kuat dari para kader dan simpatisan di akar rumput, hal lain yang membuat PKPI yang mendukung kembali Firin – Fud adalah keunikan pasangan itu. Ia menyatakan dari sekian ratus kabupaten / kota yang akan melaksanakan Pilkada serentak di 9 Desember mendatang, pasangan ini merupakan salah satu dari sedikit sekali pasangan petahana yang tetap bersatu (tidak pecah kongsi) dan seiring sejalan menuju kepemimpinan di periode kedua.

“Sumbawa Barat menjadi sangat istimewa. Kenapa ? karena disini pasangan calonnya berpasangan kembali untuk periode kedua. Sangat jarang, bahkan sangat langka petahana yang kembali berpasangan. Ini menunjukkan betapa semangat beliau berdua adalah semangat untuk mengabdi dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat, bukan sekedar mencari kekuasaan,” cetusnya.

Ferry berpesan kepada seluruh kader dan simpatisan PKPI untuk bekerja ikhlas dan semangat menjadi garda terdepan pemenangan Firin – Fud.

PKPI merupakan partai politik kedelapan yang secara resmi menyerahkan SK kepada pasangan Firin – Fud. Sebelumnya pasangan petahana ini telah menerima SK dari PKS, PDIP, PKB, Gerindra, PPP, PAN dan Golkar. Dengan 8 parpol ini, Firin – Fud menguasai total 19 kursi dari 25 kursi DPRD KSB dengan rincian, PKS 3 kursi, PDIP 5 kursi, PKB, PPP, PAN, Gerindra masing-masing 2 kursi dan Golkar 1 kursi.

Jika Partai Nasdem yang saat ini masih menunggu hasil survey juga resmi mendukung, maka total jumlah kursi yang dikuasai sebanyak 21 kursi. Dengan demikian dapat dipastikan Firin – Fud akan melawan kotak kosong di Pilkada KSB mendatang, karena 2 parpol tersisa, masing-masing Demokrat dan PBB hanya menguasai 4 kursi, kurang 1 kursi untuk memenuhi syarat minimal untuk bisa mengusung pasangan calon di pilkada KSB.

Meski berpotensi besar untuk melawan kotak kosong, karena merupakan satu-satunya yang mendaftar berpasangan ke Partai Nasdem dan hasil survey yang menunjukkan tingkat elektabilitas jauh diatas figure lain, namun pasangan Firin – Fud dihadapan ratusan kader dan simpatisan PKPI yang hadir, menegaskan mereka tidak berniat dan tidak mau dianggap memborong partai.

HW Musyafirin menegaskan, dirinya dan calon wakil bupati Fud-Syaifuddin telah membuka keran demokrasi seluas-luasnya bagi figure lain yang berniat untuk maju sebagai penantan di Pilkada KSB. Itu dibuktikan dengan ketika dirinya menolak untuk disurvey oleh Partai Nasdem.

“Ketika bulan maret ditawari kami untuk disurvey, kami tidak mau, karena survey ini sudah banyak. PKPI, Golkar juga punya survey internal, PKS juga paling awal sudah melakukan survey. Sehingga agar tidak ada kesan kami berdua ini memborong partai, jadi kami beri kesempatan. Nanti kalau kami disurvey dibilang ‘Dia punya uang ya tentulah dia yang menang’. Jadi kita coba, silahkan saja, kita beri kesempatan. Tapi namanya juga lembaga survey yang sudah terakreditasi baik, ya hasilnya tidak jauh beda 9dengan hasil survey lembaga lain,” beber Haji Firin.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.