Bawaslu KSB Temukan Ratusan Data Pemilih Tidak Sinkron di Proses Coklit

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Sumbawa Barat mendapati sejumlah temuan dalam proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih Pilkada yang berlangsung sejak 14 Juli sampai 13 Agustus 2020.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu KSB, Gufron, mengungkap, temuan dimaksud berupa tidak singkronnya data pemilih yang tertuang dalam form model A-KWK (data DP4 dengan DPT Pemilu terakhir) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Dari pengawasan kami temukan data yang tidak sinkron. Terdapat 629 orang pemilih yang akan dan sudah berusia 17 tahun per 9 Desember 2020 yang tidak terdaftar dalam A-KWK. Juga terdapat 256 pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) pada pemilu 2019 yang masih terdaftar di A-KWK,” ungkap Gufron, kepada wartawan, Rabu 12 Agustus 2020.

Komisioner Bawaslu KSB, Gufron

“Juga ditemukan 46 Daftar Pemilih Khusus (DPK) pada pemilu tahun 2019 yang tidak terdaftar di A-KWK, semuanya tersebar di 8 kecamatan yang ada di KSB,” imbuhnya.

Menurutnya, sinkronisasi data ini penting untuk menghindari terjadinya pembengkakan surat surat yang rentan untuk terjadi penyimpangan dan berkaitan erat dengan partisipasi pemilih di Pilkada nanti. Ia juga menyinggung bahwa daftar pemilih model A-KWK belum memenuhi syarat pemudahan pemilih dalam memilih. Hal ini dibuktikan dengan terdapat pemilih yang berada jauh dari TPS yang di tentukan dalam A-KWK.

“Kami akan segera mengkomunikasikan dengan KPU terkait temuan-temuan ini agar segera dilakukan perbaikan, guna memastikan daftar pemilih yang benar-benar berkualitas,” ucapnya.

Menanggapi temuan tersebut, Ketua KPU KSB, Denny Saputa, menyatakan KPU menunggu rekomendasi dari Bawaslu terkait temuan tersebut.

“Kalau ada yang ternyata ada TMA yang belum dikeluarkan atau DPK yang belum masuk ya silahkan saja, sampaikan saja ke kami dalam bentuk rekomendasi. Kita akan tindaklanjuti,” ujarnya.

Denny menegaskan, data pemilih hasil Coklit bukan merupakan data final. “Output dari Coklit ini nantinya adalah data pemilih sementara (DPS). Jika ada masukan, selanjutnya diterbitkan DPS HP (hasil perbaikan). Jadi yang TMS masih bisa dikeluarkan, DPK juga demikian bisa dimasukkan, sampai nanti penetapan DPT (daftar pemilih tetap),” tandasnya.(MG)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.