Polisi Tangkap Penjual Kue yang ‘Nyambi’ Jadi Penjual Sabu di Mataram

KabarNTB, Mataram – Satresnarkoba Polresta Mataram menangkap seorang pelaku yang diduga mengedarkan Narkotika jenis sabu, Rabu 12 Agustus 2020. Pelaku berinisial BD alias Dimpil warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, menjual barang haram dimaksud dengan modus menjual kue dan bahan pembuatan kue.

Namun sepandai pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Itu juga dialami BD. Modusnya berhasil terendus petugas dan ia langsung diamankan.

Kasat Resnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson bersama penyidik, menunjukkan barang bukti sabu yang dijual pelaku dengan modus berjualan kue

“Dia ini menjual masakan kue dan bahan dasarnya seperti tepung dan lainnya. Tapi dia juga menjual sabu,” ungkap Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP Elyas Ericson di Mataram, Rabu.

Penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti Tiim Opsnal Sat Resnarkoba dengan mendatangi salah satu gudang di Babakan dan melakukan penggeledahan di rumah pelaku.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan narkotika jenis sabu seberat sekitar 90,71 gram dan uang tunai Rp. 2.900.000 yang diduga hasil transaksi sabu, serta 2 unit HP milik pelaku.

“Kami amankan pelaku disebuah gudang tempat membuat kue di Babakan. Kemudian saat kami amankan sabunya itu baru datang dan ada juga yang sempat dijual sedikit,” beber Ericson.

Petugas juga melakukan penggeledahan di gudang kue yang digunakan oleh istri pelaku berjualan. Tapi petugas memastikan, istri pelaku tidak terlibat dengan bisnis haram suaminya. “Istrinya hanya menjual kue dan enggak tau dia kalau suaminya jual sabu,” tambahnya.

Dari hasil interogasi petugas, sabu didapatkan dari seseorang yang sudah dikantongi identitasnya. Biasanya, pelaku memesan sabu via telepon. Kemudian barang haram pesanan pelaku diantarkan. “Kita sudah telusuri dari mana dia dapat dan akan kita tindaklanjuti,” sebut Ericson.

Sabu yang dipesan pelaku seharga Rp 40 juta dengan sistem pelaku terlebih dahulu memberikan uang panjar (DP) sekitar Rp 15 juta sisa pembayaran akan dibayarkan belakangan. Selanjutnya sabu yang dijual pelaku dipecah menjadi puluhan poket dengan harga per poket antara Rp. 100.000 dan Rp. 200.000. “Istilahnya itu diecer sama dia, mulai dari harga Rp 100 ribu dia jual,” bebernya.

Atas perbuatannya itu, pelaku terancam dijerat pasal 114, pasal 112 dan pasal 127 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.(NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.