Sindikat Narkoba Antar Provinsi Kembali Dibekuk, Polisi Amankan 2 Kg Sabu, Sajam dan Senpi Rakitan

KabarNTB, Mataram – Tim Opsnal Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB kembali menangkap 4 tersangka sindikat Narkoba antar Provinsi dengan barang bukti 2 Kg Narkoba jenis sabu Senpi Rakitan. Para terduga ditangkap di dua lokasi yang berbeda. Satu di antaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat akan ditangkap.

Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma, didampingi Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, dalam konfrensi pers Ahad 1 Agustus 2020, mengungkapkan bahwa tindakan tegas terhadap sindikat narkoba harus dilakukan, karena narkoba merupakan candu yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.

Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma, didampingi Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto dan para penyidik menunjukkan barang bukti dan para tersangkadalam konfrensi pers Ahad 1 Agustus 2020

“Bahaya narkoba sudah menjadi atensi pemerintah sehingga diterbitkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Karena itu, dukungan seluruh pihak sangat dibutuhkan sebagai motivasi kami, dalam memutus rantai peredaran dan memberantas sindikat narkoba,” ungkapnya.

“Bila perlu, kalau melawan, lumpuhkan!,” tegasnya.

Mantan Dirresnarkoba Kaltara itu mengatakan, dari keempat pelaku yang ditangkap tiga berasal dari Pulau Sumatera yakni inisial MF alias Panji (37), LRM alias Lita (24), dan RS alias Ayu (24), Sementara satu lainnya merupakan warga NTB yakni inisial M alias Gemok (40).

“Ini adalah sindikat atau jaringan antar provinsi dengan BB yang cukup banyak yakni dua kilogram. Mereka bertiga satu laki-laki dan dua Perempuan ini datang dari Medan, sedangkan yang satu ini adalah warga Kota Mataram, NTB,” ujarnya.

Penangkapan para pelaku berawal dari informasi dari masyarakat, bahwa akan ada transaksi narkoba dalam jumlah besar yang selanjutnya dilakukan pelacakan terhadap kebenaran informasi tersebut.

Dengan segenap sumberdaya yang ada dan teknologi cyber yang dimiliki Polda NTB, Dir Resnarkoba langsung perintahkan Tim Opsnal yang dipimpin AKP. I Made Yogi Purusa Utama, untuk bergerak melakukan penangkapan setelah mengetahui pergerakan dan keberadaan pelaku.

Saat akan dilakukan penangkapan, diketahui bahwa tiga pelaku akan melakukan transaksi narkoba di sebuah hotel wilayah Cakranegara, Kota Mataram. Namun, ketiga pelaku dicegat oleh Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB pada hari kamis 30 juli 2020, sekitar pukul 15.00 Wita pada saat kendaraan yang di tumpangi para pelaku melintas di jalan AA. Gede Ngurah.

“Tiga pelaku satu cowok dan dua cewek ini ditangkap Tim Opsnal di Jalan AA. Gede Ngurah Cakranegara, Kota Mataram. Dimana ketiga orang ini rencananya akan melakukan transaksi narkoba di salah satu Hotel di Cakranegara,” jelas Dirresnarkoba.

Selanjutnya, ketiga pelaku dibawa ke salah satu hotel terdekat untuk dilakukan penggeledahan dan interograsi awal dengan disaksikan oleh pengemudi jasa transportasi Grap dan petugas Hotel. Kemudian Tim Opsnal membongkar dua koper milik pelaku dan petugas menemukan narkoba jenis sabu yang dikemas dalam 18 botol bedak merek ‘Enchenteur’.

“Berbagai macam cara para sindikat narkoba untuk mengelabui petugas agar bisa lolos. Kalau kemarin disimpan dalam sandal kulit, sekarang dimasukkan dalam botol bedak. Boleh saja Anda bisa lolos dari pemeriksaan petugas bandara, tapi kalian insya Allah tidak akan bisa lolos dari sergapan Ditresnarkoba,” tandasnya.

Sementara itu, dari hasil interograsi awal dan pengembangan didapati nama pelaku ketiga inisial M alias Gemok, warga Jalan Rajawali 1 Selagalas, Kota Mataram sebagai mitra yang akan melakukan transaksi.

Untuk membekuk pelaku ketiga, Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB bersama Tim Opsnal Resnarkoba Polresta Mataram dan Tim Khusus (Timsus), menyusun skenario penyergapan dengan memanfaatkan MF alias Panji yang kemudian antara keduanya menyepakati transaksi di suatu tempat pada hari Jumat (31/7).

Sesuai kesepakatan, pukul 13.23 Wita pelaku inisial M alias Gemok telah stanby di lokasi yakni menunggu di Jalan Rajawali Raya Selagalas, dengan menggunakan sepeda motor merek Yamaha metic jenis Mio Soul warna putih. Pelaku sama sekali tidak mengetahui bahwa tim gabungan telah memetakan setiap sudut lokasi tersebut.

“Control dilevery terus berjalan”, transaksi berjalan, pelaku inisial M alias Gemok pun berhasil diringkus. Nah, karena pelaku melawan dengan menggunakan sajam saat akan ditangkap, setelah diberikan tembakan peringatan namun tidak mau menyerah terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur serta terarah, pelaku dihadiahi timah panas oleh petugas,” tutur Dirresnarkoba.

Dir Resnarkoba menjelaskan, terhadap keempat pelaku pihaknya akan menjerat dengan Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 114 (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman pasal-pasal tersebut adalah pidana penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun,” tutupnya.

Untuk diketahui, selain mengamankan BB narkoba jenis sabu seberat 2,98 Kg, polisi juga mengamankan beberapa bukti pendukung lain di antaranya dari tempat kejadian perkara (TKP) pertama, diamankan dua buah koper besar, satu buah tas punggung (ransel), empat buah Handphone, serta uang tunai Rp. 2.100.000.

Sementara dari TKP kedua diamankan 1 pucuk senjata api (senpi) rakitan, 2 butir peluru jenis Revolver, 1 bilah keris, 1 buah Handphone, 1 unit Sepeda Motor, serta uang tunai Rp. 1.320.000.

Saat ini keempat pelaku mendekam di sel tahanan Ditresnarkoba Polda NTB, untuk dilakukan proses lebih lanjut.(NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.