2020 Diskominfo KSB Tangani Wilayah Kurang Sinyal, 2021 Rencanakan Jaringan Fiber Optic di Maluk – Sekongkang

KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumbawa Barat terus mengoptimalkan penanganan daerah yang masih mengalami kurang sinyal.

Saat ini tinggal beberapa wilayah yang masih belum optimal, terutama di Desa Tua Nanga Kecamatan Poto Tano, Talonang Baru Kecamatan Sekongkang dan Dusun Jelenga Kecamatan Jereweh.

“Wilayah yang masih mengalami kurang sinyal ini akan menjadi atensi khusus untuk diselesaikan,” ungkap Kepala Diskominfo Sumbawa Barat, Drs Burhanuddin.

Ia mengungkap, saat ini untuk wilayah Tuananga, Talonang dan Jelenga, Diskominfotik tengah membangun komunikasi dengan operator seluler untuk mencari solusi terbaik agar kendala sinyal tidak lagi menjadi hambatan untuk komunikasi masyarakat, terutama di lokasi destinasi wisata, Jelenga.

ilustrasi menara telekomunikasi

“Semua persoalan terkait jaringan telekomunikasi akan menjadi prioritas utama kami untuk diselesaikan,” ucap Burhanuddin.

Tahun 2019 lalu, Diskominfo KSB sudah berhasil menuntaskan wilayah blank spot (tanpa sinyal komunikasi) yakni Desa Mataiyang Kecamatan Brang Ene, Desa Rarak Ronges Kecamatan Brang Rea, Omal Sapa Kecamatan Poto Tano, dan Talonang Kecamatan Sekongkang. Jadi sejak tahun 2019, di Sumbawa Barat sudah tidak ada desa atau wilayah terpencil yang blank spot.

“Untuk tahun 2020 ini kami akan berupaya untuk mengatasi daerah yang masih mengalami kurang sinyal. Sehingga tidak ada masalah lagi dengan telekomunikasi di seluruh wilayah di KSB. Karena pada prinsipnya jika jaringan telekomunikasi sudah aman maka tidak akan ada lagi masalah dalam penyampaian informasi ke masyarakat,” beber Burhanuddin.

“Kalau untuk wilayah yang blank spot sudah tidak ada, tinggal saat ini kita optimalkan untuk daerah yang masih mengalami kurang sinyal,” timpalnya.

Diskominfo juga akan terus memantau keberadaan menara yang baru dibangun. Sebab berdasarkan laporan yang diterima ada beberapa menara yang tidak berfungsi sehingga butuh penanganan khusus. Salah satunya di Desa Mataiyang yang saat ini tidak berfungsi.

Terkait kondisi tersebut, Pihaknya telah menyampaikan Kementerian untuk bisa dilakukan penanganan atas kerusakan yang terjadi. Setelah dilaporkan, tim langsung turun untuk melakukan pengecekan untuk melakukan perbaikan sehingga saat ini tidak ada masalah lagi dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Memang sempat ada masalah yang terjadi di menara telekomunikasi di Desa Mataiyang tetapi setelah kita tangani saat ini sudah tidak ada masalah bahkan jaringan 4G sudah bisa dimanfaatkan masyarakat di desa tersebut,” jelasnya.

Selain penanganan masalah wilayah kurang sinyal, Diskomifo sambung Burhanuddin, saat ini juga tengah mencoba membangun jaringan fiber optic di wilayah Kecamatan Maluk dan Sekongkang. Dua lokasi tersebut menjadi prioritas lantaran potensinya untuk keberlanjutan investasi sangat tergantung dari ketersediaan jaringan telekomunikasi yang baik.

Untuk menindaklanjuti hal itu, pihaknya akan segera bertemu dengan management PT Telkomsel dan XL, sehingga di awal tahun 2021 jaringan fiber optic bisa terpasang dan dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha yang ada di dua kecamatan tersebut.

“Perkembangan Maluk dan Sekongkang di masa yang akan datang sangat menjanjikan sehingga infrastruktur penunjang juga harus segera disiapkan. Mudah- mudahan di awal tahun 2021 jaringan fiber optik bisa terpasang, sehingga azas manfaatnya bisa dirasakan maksimal masyarakat,” demikian Burhanuddin.(RS)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.