Lagi, Pria Pengedar Sabu Asal Aceh Dibekuk Tim Ditresnarkoba Polda NTB

KabarNTB, Mataram – Tim Opsnal Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB, menangkap seorang pria asal Desa Geulanggang Teungoh Kecamatan Kota Juang Provinsi Aceh, pada Ahad 13 September 2020 di sebuah hotel di Lombok Tengah. Pria berinisial HS (27 tahun) ditangkap karena hendak mengedarkan narkoba jenis sabu di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Ini adalah pengungkapan yang kesekian kalinya dari peredaran narkoba lintas provinsi, khususnya dari Provinsi Aceh,” ungka Direktur Resnarkoba Polda NTB Kombes Pol. Helmi Kwarta KR, kepada media.

Tersangka HS, pria asal Aceh yang ditangkap Tim Opsnal Satresnarkoba Polda NTB saat akan bertransaksi sabu di sebuah hotel di Lombok Tengah

Dirresnarkoba menjelaskan, penangkapan pelaku dilakukan Tim Opsnal Ditresnarkoba yang dipimpin AKP I Made Yogi Purusa Utama. “Pelaku ditangkap hari Minggu tanggal 13 September 2020 pukul 17.30 Wita di kamar 06 salah satu Hotel di Kota Praya. Dimana saat itu pelaku akan melakukan transaksi narkoba jenis sabu,” ungkapnya.

Setelah dilakukan penggeledahan badan dan barang bawaan yang disaksikan oleh petugas dan pemilik hotel, Tim Opsnal menemukan butiran bening yang diduga narkoba jenis sabu yang dikemas dalam sebuah klip plastik ukuran besar dan disimpan di dalam koper di antara lipatan pakaian.

Barang bukti narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan dari pelaku setelah ditimbang memiliki berat bruto 44,30 gram. “Coba dibayangkan, kalau satu gram dialokasikan untuk satu orang, maka sudah berapa orang generasi NTB yang sudah kita selamatkan dari pengungkapan ini,” imbuh Kombes Helmi.

Barang bukti lain yang diamankan dari pelaku adalah satu buah koper, dua unit Handphone serta uang tunai sejumlah Rp. 667.000. Pelaku peredaran narkoba asal Aceh tersebut, akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancam pidana paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Kombes Helmi menegaskan, penangkapan itu merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam merespon informasi masyarakat NTB, yang tidak menginginkan NTB sebagai lokasi peredaran barang haram narkoba.

“Sudah sering saya katakan, tidak ada tempat bagi para pengedar, bandar dan siapa saja yang membantu peredaran narkoba apapun bentuk dan jenisnya di wilayah hukum NTB,” katanya.

Penangkapan terhadap pelaku peredaran narkoba lintas provinsi asal Aceh tersebut, merupakan kasus yang kesekian kalinya yang berhasil diungkap Ditresnarkoba Polda NTB. Kombes Helmi juga menegaskan kembali, untuk para bandar dan pengedar narkoba, jangan coba-coba berniat mengedarkan narkoba di wilayah NTB, berniat saja jangan apalagi melakukan.

“Kalau kalian ngotot, maka kalian akan saya jebloskan ke tempat yang tidak enak bagi kalian, penjara,” tegasnya.(NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.