Menyamar sebagai Pembeli, Polisi Tangkap Dua Pengedar Pil Ekstasi

KabarNTB, Mataram — Aparat Kepolisian dari Sat Resnarkoba Polresta Mataram, menangkap dua orang terduga kurir ekstasi, setelah anggota polisi setempat menyamar sebagai pembeli.

Kedua pelaku berinisial PAW (27 tahun) warga Mambalan Kabupaten Lombok Barat dan AZP (25 tahun) warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

“Kami melaksanakan undercover buy (menyamar) untuk memesan narkotika jenis ekstasi atau inex. Dua pelaku yang kita duga sebagai kurir kami amankan tanggal 17 September lalu,’’ ungkap Kasat Resnarkoba Polresta Mataram, AKP Elyas Ericson, Kamis 24 September 2020.

Kasat Resnarkoba Polresta Mataram, AKP Elyas Ericson bersama penyidik menujukkan barang bukti dan tersangka

Berawal dari informasi masyarakat diteruskan proses penyelidikan. Petugas menyamar dengan memesan 30 butir ekstasi. Petugas menghubungi PAW dan AZP. Lalu sepakat untuk bertemu di Karang Kediri, Kelurahan Cakranegara. Saat bertemu kedua pelaku menunjukkan ekstasi yang dipesan. Tanpa berpikir lama, petugas langsung menangkap kedua terduga.

“Kita langsung dapatkan barang buktinya. Ekstasi itu ditunjukkan dan diakui oleh PAW barang itu miliknya,’’ beber Elyas.

Kedua pelaku dibawa ke Mapolresta Mataram guna menjalani proses lebih lanjut. Pengembangan langsung dilakukan saat itu juga. Pelaku menunjukkan asal muasal ekstasi yang ditemukan petugas. Petugas ditunjukkan rumah seseorang disekitar Cakranegara. Tapi pemilik rumah yang disebut sebagai bandar, sedang tidak berada dirumah.

“Saat kami datang kesana. Dia sudah tidak ada. Identitasnya sudah kami kantongi. Masih disekitar Lombok orangnya,’’ tuturnya.

Terduga PAW sendiri adalah seorang residivis dan dua kali keluar masuk penjara. Sedangkan AZP sebelumnya pernah ditangkap sebagai pemakai. Kini ditangkap lagi dan diduga menjual narkotika. “PAW baru keluar penjara program asimilasi masih dalam kasus yang sama,’’ kata Ericson.

Ia menuturkan, petugas terpaksa menyamar memesan ekstasi dalam jumlah banyak. Tujuannya untuk mengungkap ekstasi yang dijual pelaku. “Kita menyamar untuk membeli ekstasi dalam jumlah banyak. Pelaku mengira kita mau pesta ekstasi. Terus setuju untuk ketemu dan kami tangkap,’’ ungkapnya.

Kedua pelaku terancam dijerat pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), pasal 132 ayat (2) dan pasal 127 ayat (1) undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman lima tahun penjara.(JK/NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.