Tetap Cerdas Meski Pandemi, Mahasiswa PMM UMM Malang Ajari Anak Songgela Calistung

KabarNTB, Kota Bima – Mahasiswa peserta kegiatan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Bhaktimu Negeri dari kelompok 85 gelombang 8 di Lingkungan Songgela, Kelurahan Ule, Kota Bima, NTB, mengajari anak -anak setempat membaca menulis dan berhitung (Calistung).

Kondisi pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung saat ini menyebabkan anak-anak tidak bisa belajar maksimal di sekolah. Hal ini akan sangat mempengaruhi prilaku dan kemampuan menggembangkan potensi diri jika dibarengi kemampuan literasi yang rendah.

Mahasiswa peserta PMM UMU Malang rutin mengajarkan pelajaran calistung dan kebiasaan hidup sehat untuk anak-anak di Lingkungan Songgela Kelurahan Ule Kota Bima

“Kemampuan membaca, menulis dan berhitung adalah modal yang paling utama atau paling dasar untuk anak-anak dalam proses belajarnya. Terutama pada masa pandemi seperti sekarang ini, adanya peraturan untuk membatasi jam tatap muka di sekolah dan rata-rata sekolah memilih metode pembelajaran secara daring,” urai Anna Fiatul Miftah, peserta PMM UMU Malang, kelompok 85 Gelombang 8.

Selain mengajarkan calistung (baca, tulis, hitung) selama kegiatan PMM berlangsung, anak-anak juga diberikan edukasi mengenai tata cara mencuci tangan yang baik dan benar dan juga pentingnya menjaga kebersihan. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar, anak -anak dikelompokkan berdasarkan kelas dan kemampuannya.

“Setiap sebelum dimulainya kegiatan belajar, anak-anak diwajibkan untuk selalu mencuci tangan, hal ini kami lakukan sebagai langkah untuk melindungi diri dari wabah Covid-19,” ujar Anna.

Menurutnya, kegiatan edukasi bagi anak itu dilaksanakan karena berdasarkan fakta yang disampaikan oleh perangkat kelurahan setempat bahwa masih banyak anak-anak di Lingkungan Songgela yang kesulitan dalam membaca, menulis dan berhitung.

“Kegiatan ini sudah berlangsung selama 14 hari. Alhamdulillah, para orang tua dan anak-anak antusias dan merespon positif. Guna meningkatkan motivasi anak dalam mengikuti proses belajar, kami biasanya menyediakan bingkisan untuk mereka setiap kegiatan berakhir,” imbuhnya.

Kegiatan ini akan berlangsung sampai dengan berakhirnya kegiatan PMM. “Pada penutupan kegiatan nantinya, kami berencana memberikan hadiah berupa alat tulis dan sumbangan perlengkapan sekolah untuk anak-anak di Songgela,” demikian Anna Fiatul Miftah.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.