Dua Karyawan PTAMNT Positif Covid-19

KabarNTB, Sumbawa Barat – Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB mengumumkan penambahan 30 kasus baru positif Covid-19 per hari Rabu 30 September 2020.

Dari 30 kasus baru tersebut, 3 diantaranya berasal dari Kecamatan Taliwang, Maluk dan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat.

“Pasien nomor 3316, an. MR, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB,”

“Pasien nomor 3338, an. AS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram,”.

Pabrik consentrator PTAMNT di Tambang Batu Hijau (foto: amnt.co.id)

“Pasien nomor 3339, an. EA, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram,” ungkap Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, HL GIta Ariadi dalam pernyataan resmi Rabu malam.

Dua orang diantara pasien positif itu merupakan karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) perusahaan pengelola tambang Batu Hijau. Kedua karyawan yang terkonfirmasi positif dimaksud, saat ini menjalani isolasi di fasilitas isolasi terpusat di Kota Mataram.

Juru bicara Gugus Tugas COvid-19 Kabupaten Sumbawa Barat, H Tuwuh, membenarkan dua dari tiga pasien positif Covid-19 itu merupakan karyawan AMNT.

“Dua orang merupakan karyawan PTAMNT dari Kecamatan Sekongkang dan Maluk, sekarang menjalani isolasi di Mataram. Satu lainnya warga Kecamatan Taliwang dan sedang di rawat di RSUD Provinsi NTB di Mataram,” ungkap Haji Tuwuh yang dihubungi via sambungan telephon, Kamis pagi, 01 Oktober 2020.

Haji Tuwuh menyatakan dirinya akan mengklarifikasi perihal ketiga pasien positif tersebut ke Gugus Tugas Provinsi NTB, karena ketiganya tidak melalui proses pemeriksaaan di RSUD Asy Syfa KSB.

“Kemarin saya juga sudah menghubungi PTAMNT dan mereka ternyata baru tahu juga perihal dua karyawan yang terkonfirmasi positif ini,” ujarnya.Ia menyatakan dalam konteks penanganan Covid-19, management PTAMNT melaksanakan protokol pencegahan dan penanganan sendiri. Sementara pemerintah daerah tetap melakukan pengawasan, berkoordinasi dan memfasilitasi.

“Kita sedang melakukan pendalaman data-data (dua karyawan dimaksud,red), sejak kapan di Mataram dan ada tidak kontak erat mereka di KSB. Kalau melihat dari protokol yang dilaksanakan AMNT selama ini, dimana rata-rata karyawan (selama pandemi,red) tidak kontak dengan masyarakat, saya kira tidak ada kontak erat. Cuma ini kan tetap harus kita perdalam,” imbuhnya.

Manager Head of Coorporate Comunication PTAMNT, Kartika Octaviana, yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, karyawan yang terkonfirmasi positif COVID-19 adalah karyawan yang baru saja menyelesaikan field break (cuti lapangan). Sebelum masuk ke Batu Hijau mereka melakukan karantina dan selama karantina dilakukan beberapa kali tes.

“Karyawan yang masuk Batu Hijau adalah hanya mereka yang dinyatakan secara fisik sehat dan negatif COVID-19,” ujar Kartika Octaviana melalui pesan Whatsap yang dikirim kepada KabarNTB.

Ia menegaskan, pelaporan dan tindak lanjut terkait kasus positif COVID-19 sudah dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan pemerintah. Karyawan yang positif tetap berada di fasilitas isolasi dengan pengawasan ketat. “Kami juga memiliki kerjasama dengan berbagai fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi jika timbul gejala tertentu yang perlu ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Kartika Octaviana juga menyatakan, PTAMNT melaksanakan protokol pencegahan dan penanganan COVID-19 secara ketat untuk melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh karyawan dan mitra bisnis mereka.

“Karantina selama 14 hari bagi karyawan yang baru kembali dari cuti lapangan (field break), tamu perusahaan di fasilitas isolasi di Mataram adalah salah satu pertahanan terdepan untuk menjaga Batu Hijau dari resiko penyebaran COVID-19,” tandasnya.(EZ)

*)Berita ini telah direvisi pada Kamis 01 Oktober 2020, Pukul 12.30 Wita (Redaksi)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.