Pemda KSB Sudah Intervensi Perawatan Aisyah Sejak 2018

KabarNTB, Sumbawa Barat – Aisyah, bocah yatim piatu berusia 5,5 tahun penderita penyakit tumor yang berimbas pada gizi buruk, warga Kelurahan Dalam Taliwang, saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Asy Sya Sumbawa Barat. Aisyah dirujuk ke Rumah Sakit Asy Syfa sejak Selasa 21 Oktober lalu.

Keluarga dekat Aisyah yang juga inisiator aksi penggalangan donasi untuk bocah malang tersebut, Apriyani, mengatakan Aisyah mulai sakit-sakitan sejak tahun 2017. Tahun 2018, pemerintah daerah KSB melalui dinas kesahatan dan Puskesmas Taliwang mulai mengintervensi dalam hal perawatan Aisyah. Ada juga petugas khusus dari Puskesmas Taliwang yang bertugas memantau kondisi kesehatannya. Tahun 2019, Pemda KSB melalui Dikes mulai memberikan bantuan asupan nutrisi berupa makanan tambahan secara rutin. Bantuan untuk Aisyah juga datang dari Baznas dan Dinas Sosial KSB serta Pemprov NTB.

Aisyah, bocah penderita tumor yang menyebabkan tubuhnya tidak bisa mencerna makanan yang berujung pada gizi buruk saat ini menjalani perawatan di RSUD Asy Syfa KSB

“Kami berterimakasih kepada Pemerintah KSB yang sangat peduli terhadap Aisyah. Karena sejak awal sudah banyak sekali bantuan yang diberikan melalui Dikes, Puskesmas, biaya BPJS, Dinas Sosial dan Baznas,” terang Apriyani, kepada KabarNTB, Sabtu 24 Oktober 2020.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) KSB, Hj Erna Idawati, menjelaskan, Aisyah mengalami masalah dalam penyerapan nutrisi makanan akibat penyakit tumor dan infeksi yang dideritanya. Bocah tersebut tidak bisa mencerna dengan baik makanan padat. Sehingga dibutuhkan alat bantu untuk memasukkan nutrisi dalam bentuk cairan kedalam tubuhnya.

“Kalau diberi makanan padat akan dimuntahkan, jadi dimasukkan dalam bentuk cairan. Tapi karena sejak maret 2020 tidak menjalani perawatawan lagi (akibat pandemi Covid-19), pemberian nutrisi dan obat terputus, sehingga kondisinya menurun,” jelas Haja Er.

“Jadi bukan gizi buruk semata-mata, tapi karena penyakit infeksi yang menyebabkan gangguan pada pencernaan sehingga tubuhnya tidak bisa menyerap nutrisi. Orang yang mengalami demam tinggi selama dua hari saja, berat badannya pasti turun,” imbuhnya.

Dinas kesehatan melalui Puskesmas Taliwang, sambung Hajah Er, rutin melakukan pemantauan kondisi Aisyah dengan menurunkan petugas tekhnis dari bidang penyakit menular dan gizi. Karena dalam kondisi seperti saat ini, Aisyah tidak bisa hanya diobati, tetapi gizinya juga harus diperbaiki dengan pemberian makan tambahan.

Apapun perkembangan dari kondisi Aisyah tetap dikomunikasikan dan dievaluasi. Pemantauan sudah dilakukan sejak 2017, pemantauan intensif disertai pemberian makanan tambahan dan obat paket dilaksanakan sejak 2018. “Makanan tambahan yang diberikan untuk perbaikan gizi berupa susu kalsium tinggi, biscuit dan vitamin. Puskesmas juga memfasilitasi secara administrasi setiap Aisyah akan dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.

Sejak dirawat di RSUD Asy Syfa pada Selasa 20 Oktober, kondisi Aisyah menunjukkan perkembangan yang cukup bagus. Hari Sabtu, 24 Oktober 2020, berat badan Aisyah naik sekitar 3 ons menjadi 8,2 kg dari 7,9 kg saat dibawa ke RSUD Asy Syfa. Target minimal berat badan Aisyah 10 kg baru bisa dilanjutkan untuk tindakan lanjutan.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.