Trik Jitu Fud Syaifuddin Satukan Warga Labuhan Lalar Setelah Setahun ‘Pecah’ Akibat Pilkades

KabarNTB, Sumbawa Barat – Masyarakat Desa Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang yang sebelumnya ‘pecah’ akibat beda pilihan di pemilihan kepala desa (Pilkades) November 2019 lalu akhirnya kembali bersatu.

Pilkades yang dilaksanakan di Labuhan Lalar memang telah membuat masyarakat di Desa pesisir yang penduduknya mayoritas nelayan itu menjadi beberapa kubu. Ada kubu masyarakat pendukung kepala desa terpilih, ada kubu masyarakat pendukung eks calon kepala desa dan ada pula kubu masyarakat lain diluar dua kubu dimaksud. Kondisi itu semakin semrawut dengan perbedaan warna partai politik yang menjadi pilihan masing-masing warga.

Perpecahan bahkan sempat mencuat ke permukaan melalui beberapa kali aksi unjuk rasa yang dilaksanakan di kantor desa setempat setelah Kades terpilih mulai menjabat yang berujung aksi saling lapor ke Polisi dan perang dingin antar kubu.

Calon wakil bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin berfoto para tokoh masyarakat, tokoh agama,serta para pentolan pendukung kepala desa, eks calon kepala desa dan tokoh pemuda sebagai tanda kembali bersatunya warga Desa Labuhan Lalar setelah sempat terkotak-kotak akibat perbedaan pilihan di Pilkades (19/10)

Namun perpecahan yang telah berlangsung hampir satu tahun itu tuntas pada Senin siang 19 Oktober 2020. Adalah Fud Syaifuddin, calon wakil bupati Sumbawa Barat yang membuat warga Labuhan Lalar kembali bersatu.

Ketika berkampanye di alun – alun Dusun Toro, Fud Syaifuddin menerapkan trik jitu. Ia memanggil satu per satu tokoh agama dan tokoh masyarakat berpengaruh di Labuhan Lalar. Para tetua tersebut diminta berbicara langsung kepada masyarakat tentang apa yang mereka inginkan agar masyarakat bersatu kembali.

Usai para tetua, giliran pentolan pendukung Kepala Desa, tokoh pemuda, pentolan partai politik, bahkan mantan calon kepala desa yang kalah di Pilkades dipanggil bersamaan. Di depan masyarakat yang hadir di acara kampanye, Fud Syaifuddin menegaskan, salah satu kunci dari keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat adalah ketika para pemimpin di wilayah tersebut bersatu dan tetap menjaga hubungan silaturahmi antara satu dengan yang lain. Apalagi seluruh warga Desa Labuhan Lalar adalah satu rumpun keluarga.

Para pentolan tersebut, saat berbicara langsung dihadapan masyarakat, satu suara tentang keinginan untuk kembali bersatu dan melupakan perbedaan. Abbas Kurniawan mantan calon kepala desa, menyatakan, seluruh masyarakat memiliki tanggungjawab yang sama di pundak masing-masing untuk kemajuan desa.

“Selaku kontestan dalam Pilkades yang pernah kita ikuti bersama, saya berpandangan bahwa perbedaan merupakan modal besar bagi kita melakukan hal yang lebih baik. Karena itu agar tatanan demokrasi dan sosial masyarakat tidak rusak, para pemimpin mesti memberikan pendidikan dan contoh yang baik kepada masyarakat tentang bagaimana mengelola perbedaan,” katanya.

Tokoh pemuda Labuhan Lalar, Nasruddin AF, menegaskan tidak ada yang paling indah selain damai. Ia juga menyatakan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Bupati – Wakil Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin – Fud Syaifuddin (Firin – Fud) yang sejak awal memimpin telah memberikan perhatian sangat besar bagi masyarakat Desa Labuhan Lalar. Ia tidak meragukan kepimimpinan Firin – Fud menjadi salah satu faktor penentu kembali bersatunya warga Labuhan Lalar.

Sedangkan Heriyanto Cambun, pentolan PDIP di Labuhan Lalar, menyatakan bersyukur momentum Pilkada telah membawa pengaruh positif bagi seluruh masyarakat sehingga akhirnya bisa bersatu kembali dalam satu barisan dan mendukung pasangan Firin – Fud. “Hari ini saya sangat bangga melihat masyarakat Labuhan Lalar bersatu, mulai sekarang tidak ada lagi ego atau sirik ke warga lain, mari bersatu untuk menjadikan Labuhan Lalar jauh lebih baik,” ucapnya.

Calon Wakil Bupati Fud Syaifuddin menyatakan bersyukur bahwa para tokoh agama, tokoh masyarakat dan pentolan-pentolan komponen masyarakat Labuhan Lalar memiliki komitmen yang sama untuk kembali bersatu.

“Kita sudah mendengar langsung harapan dari para tetua agar kita bersatu, jangan ada lagi perselisihan antar kelompok disini. Harapan orang tua itu tulus untuk kita semua. Para tetua sudah bersatu, pemuda juga sudah bersatu, lalu apa lagi yang harus diperselisihkan ? Ayo tanggalkan sebentar semua atribut yang kita pakai, karena persatuan dan kebersamaan adalah yang paling penting,” ucapnya.

Momentum bersejarah bersatunya kembali seluruh komponen masyarakat Labuhan Lalar itu ditandai dengan foto bersama para tokoh masyarakat, tokoh agama dan para pentolan komponen masyarakat bersama Calon wakil Bupati Fud Syaifuddin dan ketua DPC PPP KSB, Amiruddin Embeng dan Ketua DPC Hanura Syafruddin Denny.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.