Disambut Hangat di Kokarlian dan Kiantar, Fud Undang Pendukung Koko Dialog

KabarNTB, Sumbawa Barat – Calon Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin kembali menyapa masyarakat dalam kegiatan kampanye terbatas di empat titik di Desa Kokar Lian dan Kiantar, Kecamatan Poto Tano, Rabu 11 Nopember 2020.

Disetiap titik yang dikunjungi, calon wakil bupati petahana yang berpasangan dengan HW Musyafirin sebagai pasangan calon tunggal di Pilkada KSB itu disambut hangat masyarakat. Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan harapan agar program-program yang terlah dilaksanakan selama empat tahun lebih kepemimpinan Firin – Fud seperti santunan Lansia dan Disabilitas, bedah rumah, BPJS dan seragam gratis untuk siswa baru mulai dari TK hingga SMP tetap dilanjutkan.

Fud Syaifuddin yang didampingi istri Ny Neni Apriati dan sejumlah anggota DPRD dari Koalisi Rakyat Luar Biasa, menegaskan, seluruh program – program tersebut tetap akan dilanjutkan karena sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Selain itu, disetiap titik kampanye, Fud Syaifuddin juga mengundang pendukung kolom (kotak) kosong untuk ikut bergabung dan berdialog.

“Kalau disini ada pendukung kolom kosong, ayo, silahkan bicara, kita berdialog. Kami selalu terbuka. Dialog lebih baik,” ujar Fud saat memberi kesempatan dialog kepada masyarakat dalam kegiatan kampanye terbatas di Dusun Kuang Busir dan Dusun Tua Nanga, Desa Kiantar.

“Untuk teman-teman kolom kosong disini, ini saya datang. Saya tidak ajak berdebat tapi berdialog. Ayo bicara, ayo bertanya,” imbuhnya.

Calon wakil bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin berfoto bersama warga Dusun Tua Nanga Desa Kiantar Kecamatan Poto Tano usai kampanye terbatas, Rabu (11/11)

Sebagai pasangan calon tunggal di Pilkada Sumbawa Barat, Fud menyatakan dirinya dan calon bupati HW Musyafirin wajar membahas masalah kolom kosong yang menjadi sandingannya di Pilkada dengan tujuan memberikan pencerdasan dan pemahaman kepada masyarakat saat berkampanye. Karena itu ia mengaku heran ketika ada orang atau oknum-oknum tertentu yang merasa sakit hati dan sewot. Padahal ia dan HW Musyafirin sebagai pasangan calon tidak pernah menghujat figure tertentu saat berkampanye.

“Kami ini pasangan calon yang sah, yang ditetapkan KPU. Kolom kosong itu bukan peserta Pilkada, hanya dijadikan sandingan kami sesuai kehendak undang-undang agar pemilih yang tidak memilih kami punya alternatif pilihan. Orang yang mendukung kolom kosong itu bukan tandingan kami, mereka tidak berhadapan dengan kami. Dibilang tim sukses juga bukan. Kolom kosong bukan peserta Pilkada jadi tidak ada tim suksesnya,” tegas Fud.

Fud juga mengimbau masyarakat, khususnya pendukung Firin – Fud untuk tetap menjunjung tinggi persaudaraan dan menghindari perpecahan. Ia menyatakan perbedaan adalah sunnatullah, jadi berbeda pilihan adalah hal yang wajar. Jika ada tetangga, saudara atau sahabat yang masih mendukung kolom kosong Ia minta untuk diajak secara baik-baik. Jika tetap tidak bersedia maka tidak usah dipaksa.

“Saya terbuka karena kita bersaudara. Orang yang membawa kolom kosong itu bisa jadi sanak saudara atau sahabat bapak ibu. Jadi tidak usah saling menyalahkan, saling menghujat atau saling fitnah. Ini saya datang, saya cari orang kolom kosong agar bisa bicara langsung dengan saya, agar puas. Jadi mereka memperjuangkan sesuatu karena Allah, saya pun berjuang karena Allah. Setiap perjuangan yang kita lakukan tidak lain hanya mengharap ridho Allah,” bebernya.

“Sekali lagi saya ingatkan kepada seluruh tim, baik relawan TPS, relawan desa. relawan kecamatan, kita berbeda adalah sunnatullah. Tapi jangan sampai kita saling menghujat satu sama lain. Begitu juga yang lain, tidak usah menghujat kami. Kalau kami punya salah silahkan saling mengingatkan. Bukankah muslim yang baik dianjurkan untuk saling mengingatkan dalam kebenaran dan saling mengingatkan dalam kesabaran?,” tandasnya, mengutip surat Al Asr (waktu).(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.