Karyawan PTAMNT Curhat ke Fud Syaifuddin Soal Kemungkinan Tidak Bisa Memilih

KabarNTB, Sumbawa Barat – Karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) – perusahaan pengelola tambang Batu Hijau – curhat kepada Wakil Bupati KSB non aktif, Fud Syaifuddin tentang kekhawatiran tidak bisa memilih di hari pencoblosan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.

Seorang karyawan PTAMNT, warga kelurahan Arab Kenangan mengungkapkan kekhawatirannya itu, dalam sesi dialog dalam kampanye terbatas Fud Syaifuddin yang saat ini sedang dalam masa cuti kampanye – di Lingkungan Arab Kenangan, Senin sore 16 November 2020.

“Kami sampai sekarang belum ada kejelasan, apakah bisa memilih atau tidak di tangggal 9 Desember nanti. Mohon Pak Wabup (Fud Syaifuddin) untuk memastikan bahwa kami bisa menggunakan hak pilih kami,” ujar karyawan bersangkutan kepada Fud Syaifuddin.

Calon Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin berfoto bersama warga Lingkungan Arab Kenangan usai kampanye terbatas di lingkungan setempat, Senin sore 16 November 2020

Bukan hanya karyawan, orang tua karyawan, juga mempertanyakan hal serupa dalam sesi dialog tersebut. Insan, ibu dari salah seorang karyawan PTAMNT juga mempertanyakan hal senada. Ia khawatir anaknya yang kebetulan pada tanggal 9 Desember nanti sedang In Site (bekerja) di area tambang, tidak bisa menggunakan hak pilih seperti masyarakat yang lain.

“Karena anak saya bekerja disana (tambang). Apakah bisa memilih atau tidak, diberikan libur atau tidak. Mohon ini menjadi perhatian,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Fud Syaifuddin mengatakan, pihaknya telah mengusulkan agar dibuat 5 tempat pemungutan suara di area tambang Batu Hijau untuk memudahkan karyawan menyalurkan hak pilihnya. Jika disanggupi maka seluruh karyawan lokal KSB yang sedang in site bisa memilih.

“Ada juga alternatif kedua yakni mengarahkan karyawan untuk memilih di TPS terdekat (dari area tambang) dan mereka disiapkan transportasi, tapi saya tidak yakin semua karyawan mau pergi. Opsi-opsi ini sudah dibahas dan disampaikan ke KPU Pusat. Kepastiannya kita tunggu dari KPU Pusat. Tapi kalau suka sama kami, bapak ibu doakan saja kami, itu yang paling penting agar kami bisa terpilih,” ucapnya kepada Helmi yang disambut aplaus para peserta kampanye.

Kekhawatiran serupa tentang kemungkinan tidak bisa memilih juga dialami ribuan orang karyawan lokal KSB lainnya yang berstatus in site pada tanggal 9 Desember. Karena hingga saat ini masih belum ada kepastian apakah mereka tetap bisa menggunakan hak suara mereka atau tidak. Jumlah tersebut belum termasuk yang berstatus karantina .

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), total jumlah karyawan lokal KSB yang berstatus in site pada 9 Desember sebanyak 2.158 orang dan karantina di Kota Mataram sebanyak 308 orang (karantina wajib diikuti sebelum masuk ke area tambang untuk bekerja).

Namun bukan hanya karyawan lokal KSB yang bersatus in site dan karantina pada tanggal 9 desember. Ada pula karyawan dari Kabupaten Sumbawa dan Kota Mataram yang juga melaksanakan Pilkada pada 9 Desember. Dari Kabupaten Sumbawa sebanyak 1.078 orang karyawan bersatus in site dan 133 orang karantina. Sedangkan dari Kota Mataram sebanyak 557 orang berstatus in site dan 59 orang berstatus karantina.

Terpisah, Ketua KPU KSB, Denny Saputra, mengatakan, KPU Provinsi NTB telah mengirimkan surat Nomor 861.D/PR.02.4-SD/52/Prov/XI/2020 ke KPU RI untuk meminta arahan dan petunjuk terkait masalah tersebut. Surat tertanggal 2 November 2020 itu merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang digelar KPU NTB bersama KPU KSB dengan management PTAMNT sebelumnya.

“Surat tersebut menjelaskan secara terperinci tentang usulan PTAMNT dan KPU NTB agar para karyawan bisa menggunakan hak pilihnya. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari KPU RI atas surat dimaksud,” ujar Denny yang dihubungi via sambungan telephon.

Kalaupun nantinya tetap tidak ada pertimbangan lain dari KPU RI, sambungnya, maka opsi paling memungkinkan yang akan dilaksanakan KPU dan PTAMNT adalah opsi pindah memilih. Artinya, ribuan karyawan lokal KSB yang sedang in site akan diarahkan untuk memilih di TPS terdekat yang berada disekitar area tambang. Opsi ini sudah dibahas KPU KSB dalam pertemuan dengan management AMNT dalam pertemuan pada Jum’at 13 November pekan lalu.

“Kalaupun tidak ada opsi atau arahan lain dari KPU RI, kita akan gunakan opsi pindah memilih. Karyawan disebar di TPS-TPS terdekat dan diatur agar tetap menerapkan protokol Covid-19. PTAMNT sendiri sedang mempertimbangkan, secara tekhnis, misalnya bagaimana mobilisasi karyawan yang jumlanya 2000 lebih, penerapan protokol covid di TPS – TPS itu nantinya,” beber Denny.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.