Polres KLU Investigasi Perekaman e-KTP di Rumah Pribadi Pegawai Dukcapil

KabarNTB, Lombok Utara – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Utara (KLU) akan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kebenaran isu adanya aktifitas perekaman KTP elektronik (e-KTP) di rumah seorang oknum pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

Pasca merebaknya isu tentang perekaman e-KTP di rumah oknum pegawai Disdukcapil itu, pihak Polres KLU langsung dengan pihak terkait. Termasuk mendatangi kantor Dukcapil untuk menindaklanjuti permasalahan yang dikeluhkan masyarakat itu.

Di kantor Dukcapil, Polres KLU yang diwakili Paur Humas, Wiswa Karma, langsung melakukan koordinasi dengan salah satu pegawai setempat. Wisawa menanyakan isu terkait oknum Dinas Dukcapil yang melakukan perekaman E-KTP dihalaman rumah pribadinya, yang sontak membuat gaduh masyarakat.

Kapolres KLU, AKBP Feri Jaya Satriansyah

Dari hasil koordinasi tersebut pihak Kepolisian membenarkan adanya perekaman E-KTP di rumah pribadi milik salah satu pegawai dinas Dukcapil KLU. Atas dasar itu pihak Kepolisian Polres KLU akan melakukan investigasi.

Keterangan sementara yang berhasil dihimpun Tim Humas Polres Lombok Utara, perekaman yang dilakukan oleh salah satu oknum Dinas Dukcapil tersebut dilakukan guna mempercepat proses perekaman E-KTP terhadap warga KLU yang belum mempunyai KTP berdasarkan data dari KPU yang mencapai 2,7 ribu warga.

“Menurut pegawai Dukcapil yang kami temui, mereka melakukan hal itu untuk mengejar target, karena sejumlah 2.761 pemilih pemula yang belum ada KTP nya,” kata PAUR Humas Polres KLU Wiswa Karma.

Agar tidak terjadi kegaduhan dalam pelaksanaan tahapan Pilkada di KLU, pihak Kepolisian meminta masyarakat untuk tetap tenang untuk tidak melakukan tindakan apapun.

“Saya minta seluruh masyarakat KLU untuk tetap tenang biarkan pihak kami yang menyelesaikan masalah ini,” ujar Kapolres Lombok Utara AKBP Feri Jaya Satriansyah, Selasa 17 November 2020.

Selain itu dia juga mengimbau warga agar tidak menyebarkan berita hoax yang mengandung ujaran kebencian di media sosial yang justru akan dapat memperkeruh suasana.

Selebihnya dia meminta kepada media yang ada di Lombok Utara agar membantu pihaknya mengawal proses Pilkada di KLU agar berjalan dengan aman dan damai. “Jika ada pelanggaran jangan segan untuk mberitahu kami,” demikian Kapolres.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.