My Institute-OMI Prediksi Mo-Novi Menang di Pilkada Sumbawa

KabarNTB, Sumbawa – Lembaga survei My Institute dan Olat Maras Institute (OMI) memprediksi pasangan nomor urut 4, H Mahmud Abdullah – Dewi Noviani (Mo-Novi) akan unggul dari empat pasangan calon lainnya dan memenangkan pertarungan di Pilkada Sumbawa 9 Desember mendatang.

Prediksi itu diungkapkan peneliti My institute Yadi Satriadi, saat menyampaikan rilis hasil survey My Institute bekerjasama dengan Olat Maras Institute (OMI) tentang elektabilitas pasangan calon peserta Pilkada Sumbawa, di hadapan awak media di Sumbawa, Jum’at 04 Desember 2020.

Yadi yang didampingi Ketua Pelaksana Survei, Miftahul Arzak dan peneliti dari OMI, Ramla Fatma, mengatakan, setelah dilakukan analisis terhadap 6,7 persen responden survey yang belum memberikan pilihan, My Institute memprediksi terjadi perubahan angka.

Tabel elektabilitas masing-masing pasangan calon peserta Pilkada Sumbawa berdasarkan hasil survey My Institute dan OMI

“Mo-Novi meraih 32,1 persen. Disusul Talif-Sudir 22,3 persen, Husni-Ikhsan dan Nursalam masing-masing 15,4 persen dan Jarot-Mokhlis 14,8 persen. Dan prediksi tersebut merupakan hasil pilkada 9 Desember nanti di luar angka margin of error,” ujarnya.

Hasil survey yang dilaksanakan My Institute dan OMI pada 19-26 November 2020 dengan jumlah responden 1200 orang itu sendiri menempatkan pasangan Mo – Novi ditempat teratas dengan elektabilitas 29,3 persen, disusul pasangan calon perseorangan nomor urut 3, Talifuddin – Sudirman (Talif-Sudir) dengan elektabilitas 20,5 persen.

Sementara pasangan calon nomor urut 1 yang juga bupati Petahana, HM Husni Djibril yang berpasangan H Muhammad Ikhsan (Husni-Ikhsan) dan paslon nomor urut 2 Nurdin Ranggabarani – Burhanuddin Jaffar Salam,(NurSalam) sama-sama diangka 13,6 persen. Yang paling mencegangkan dari hasil survei tersebut, pasangan nomor urut 5, H Syarafuddin Jarot – Mokhlis (Jarot – Mokhlis) harus puas berada di urutan paling bawah dengan tingkat elektabilitas diangka 13,3 persen.

Pengumpulan data survey menggunakan metode sampling dan tatap muka. Dengan margin of eror atau tingkat kesalahan 2,6 persen. Sementara jumlah responden yang tidak menjawab 6,7 persen.

Yadi menjelaskan, para peneliti menempatkan Mo-Novi di puncak survei, karena melalui berbagai pertimbangan dan beberapa faktor pendukung diantaranya, basis paslon yang tersebar serta hadirnya sejumlah aktor nasional di belakang paslon.

Sementara untuk Talif-Sudir, lebih karena telah awal menproklamirkan diri sebagai calon. Di samping itu, isu petani dan sikap merakyat juga menjadi faktor paslon berjargon Sumbawa Bersinar itu menempati posisi kedua hasil survei.

Sementara Nursalam, akhir-akhir ini dinilai menggeliat. Nursalam yang sebelumnya berada di posisi terendah, kian melesat. Bahkan kini bersaing ketat dengan Husni-Ikhsan. Ini sebebabkan oleh intensitas kampanye Nursalam yang semakin tinggi.

Menggeliatnya paslon dengan latarbelakang politisi juga disebut menjadi salah satu faktor tergerusnya pendukung Jarot-Mokhlis yang notabene bukan politisi. “Beda halnya dengan Talif-Sudir yang basis dukungan telah mengakar lantaran lebih awal memproklamirkan diri maju pada pilkada 2020,” demikian Yadi.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.