Perempuan Bersahaja di Belakang Fud Syaifuddin

Jika ditanya, siapa politisi yang paling moncer karir politiknya di Kabupaten Sumbawa Barat dalam satu dekade terakhir, warga kabupaten dengan motto ‘Pariri Lema Bariri’ pasti sepakat, Fud Syaifuddin. Fud telah meraih hampir semua hal yang menjadi impian seorang politisi. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sumbawa Barat dua periode (2009 – 2014 dan 2014 – 2019), bahkan di periode kedua, menjabat sebagai salah satu Pimpinan Dewan. Ia juga berhasil terpilih menjadi Wakil Bupati Sumbawa Barat di Pilkada 2015 berpasangan dengan Bupati HW Musyafirin.

Di usianya yang masih relatif muda (kelahiran tahun 1975), Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbawa Barat periode 2004 – 2009 yang sekarang tengah mencalonkan diri untuk periode kedua bersama HW Musyafirin sebagai pasangan calon tunggal itu, bahkan menjadi kandidat paling potensial untuk menjadi Bupati KSB di periode berikutnya pasca Pilkada 2020 ini.

Pasangan Fud Syaifuddin Neni Apriati

Namun prestasi moncer yang diraih Fud, tentu tidak segampang membalik telapak tangan. Butuh perhitungan matang, seperti yang dilakukannya ketika memutuskan keluar dari KPU dan terjun ke politik. Atau ketika mencalonkan diri mendampingi HW Musyafirin di Pilkada 2015, kendati saat itu Ia harus menerima konsekwensi kehilangan jabatan sebagai salah satu pimpinan DPRD jika kalah. Juga butuh dukungan dari orang dekat, terutama keluarga yang harus siap menjalani apapun resiko dari sebuah pilihan politik.


Dibelakang Lelaki Sukses Ada Perempuan Hebat’

Itu ungkapan untuk menggambarkan betapa perempuan memiliki peran sangat penting dibalik suksesnya seorang lelaki yang menjadi pasangannya.
Tapi perempuan hebat tidak harus berpenampilan wah dengan busana mahal karya desainer terkemuka. Atau memakai perhiasan luks dengan makeup dari produk kecantikan terkenal, lalu kongkow di mall dan restoran mahal layaknya sosialita.

Perempuan hebat, bisa jadi adalah perempuan sederhana bersahaja. Dengan makeup seadanya, memakai busana sederhana, bergaul dengan semua orang tanpa pilah pilih, lebih suka makan dengan lalapan jantung pisang, sambal terasi dan ikan teri, bahkan lebih memilih ngumpul di kebun bersama keluarga untuk bercocok tanam daripada kongkow di mall dan restoran mewah.

Fud Syaifuddin, memiliki ‘perempuan hebat’ itu. Perempuan dibalik karir moncer Fud adalah sosok sederhana bersahaja. Dia adalah Neni Apriati Fud Syaifuddin, perempuan 39 tahun yang dinikahinya 16 tahun lalu.

Sebagai seorang istri dari pimpinan daerah, Neni Apriati bisa saja tampil mewah dengan busana mahal dengan makeup dari produk kecantikan terkenal. Atau tidak perlu susah-susah turun ke dapur, bergaul dengan kompor dan panci untuk menyenangkan suami dan anak-anak dengan masakan rumahan. Dengan kemudahan dan fasilitas yang dimiliki, Ia sebenarnya bisa hidup ‘enak’ layaknya sosialita.

Neni Apriati bersama Qayla dan Fud Syaifuddin (Foto Fb; @FudSyaifuddin)

Tapi Neni memang sederhana. Sesederhana penampilannya sehari-hari. Jilbab katun dengan busana muslimah tanpa make up adalah ciri khas perempuan kelahiran tahun 1981 itu. Termasuk saat mendampingi sang suami berkampanye keliling ratusan titik di seluruh wilayah Sumbawa Barat. Padahal kondisi cuaca tidak menentu, kadang hujan, kadang panas menyengat.

Neni juga unik. Di setiap titik kampanye, sangat jarang ia mau duduk di depan bersama suami dan petinggi parpol pengusung. Ia lebih memilih berada diluar lokasi kampanye, berkumpul dan bercengkrama bersama ibu-ibu dan warga lainnya.

Ia juga tidak suka publikasi berlebihan. Ia menolak halus, ketika media menyampaikan keinginan untuk wawancara. Begitupun di media sosial. Halaman sosial media milik Neni hanya dipenuhi foto-foto bersama keluarga dan aktifitas sosial kemasyarakatan bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sumbawa Barat yang diketuainya.

“Kesuksesan seorang ibu, ketika melihat suami dan anak-anaknya rukun dan bahagia,” tulis Neni dalam caption foto kebersamaan dengan keluarga yang diposting Januari 2020 lalu.

‘Waktu adalah Keluarga’

Pasangan Fud Syaifuddin – Neni Apriati, dikaruniai dua orang anak, Azizi (15 tahun) dan Qayla (12 tahun). Azizi dan Qayla saat ini menempuh pendidikan di Pondok Pesantren di Pulau Jawa. Praktis sebagian besar waktu Neni tercurah untuk mengurus suami.

Suryani, asisten rumah tangga di Pendopo Wakil Bupati Sumbawa Barat, mengungkap keseharian Neni. Neni baginya bukan sekedar ‘majikan’, tetapi sudah seperti keluarga sendiri. “Karena kami semua yang ada disini (asisten rumah tangga) diperlakukan seperti keluarga oleh beliau. Nyaris tanpa sekat. Beliau luarbiasa, sungguh baik hati, tidak pernah marah dengan siapapun, semua dianggap keluarga,” ungkap Suryani, Sabtu 05 Desember 2020.

Neni, kata Suryani, juga bukan tipe majikan yang suka main perintah. Sehari-hari ia mengerjakan sendiri pekerjaan rumah, membereskan kamar tidur dan memasak, meski ada beberapa asisten rumah tangga yang siap setiap waktu melaksanakan pekerjaan tersebut. “Sebagian pekerjaan rumah, seperti membereskan kamar dan memasak, termasuk keperluan Bapak beliau kerjakan sendiri. Di waktu-waktu senggang juga beliau selalu kumpul dengan kami, sekedar makan dan bercengkrama,” ungkapnya.

Neni Apriati bersama suami dan anak-anak di momentum Idul Fitri (Foto Fb; @FudSyaifuddin)

Sebagai isteri seorang pejabat publik, Neni tentu akan merasakan imbas dari keputusan politik, bahkan sepak terjang sang suami sebagai kepala daerah. Apalagi Fud Syaifuddin dikenal aktif di Medsos. Suhu politik menjelang Pilkada seperti saat ini mau tidak mau juga berimbas secara pribadi kepada Fud Syaifuddin. Meski banyak netizen yang mendukungnya, tetapi tidak sedikit pula yang mencela dan menghujat.

“Ibu tidak pernah merasa terganggu dengan hal itu, beliau percaya bapak pasti melakukan yang terbaik. Ibu juga tidak aktif di media sosial. Facebook pribadi tidak punya, yang ada hanya halaman Facebook yang jarang dibuka,” sebut Suryani yang sudah beberapa tahun bekerja di Pendopo Wakil Bupati.

‘Pasangan Harmonis’

Sebagai pimpinan daerah, Fud Syaifuddin punya aktifitas sangat padat. Termasuk melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. Aminah, asisten rumah tangga lainnya di Pendopo Wakil Bupati Sumbawa Barat, menyebut Neni hampir tidak pernah ikut dalam perjalanan dinas sang suami. Ia memilih diam dirumah bersama anak-anak, atau berkumpul bersama keluarga dan para pekerja di Pendopo. “Beliau tidak pernah mencampuri urusan pekerjaan Bapak. Bepergian bersama paling kalau menjenguk anak-anak di Pondok,” ungkapnya.

Sebagai orang yang telah bertahun-tahun bekerja di pendopo, Aminah dan Suryani tahu banyak tentang keseharian pasangan Fud Syaifuddin – Neni Apriati. “Pasangan yang sangat harmonis. Keduanya saling mendukung. Sebagai suami-istri pasti ada selisih paham, itu hal yang biasa. Tetapi kami tidak pernah melihat atau mendengar keduanya berselisih atau ribut. Justeru sebaliknya, selalu mesra,” ujar Aminah.

Pengakuan Aminah tercermin dari cara Fud Syaifuddin memperlakukan dan menghargai Neni Apriati. Fud tidak akan turun berkampanye jika Neni berhalangan ikut. Ia juga tidak sungkan menunjukkan perhatian di setiap kesempatan, termasuk melalui akun media sosial miliknya. “Kebahagianmu adalah tujuanku.. Sehat selalu ibu dari anak-anakku.. Dengan doamu aku dapat berdiri tegak untuk selalu berbuat dan bermanfaat untuk rakyat. Terimakasih pendamping hidupku..,” tulis Fud di caption foto bersama sang istri yang diunggah 15 September 2020.(*)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.