Jual Pupuk Bersubsidi ke Wilayah Lain, Oknum Pengecer di Loteng Terancam Hukuman 6 Tahun

KabarNTB, Lombok Tengah – Unit Tindak pidana tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polres Lombok Tengah mengamankan sekitar 4 ton pupuk bersubsidi di Jalan Raya Montong Gamang, Desa Loang Maka, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Kamis 14 Januari 2021.

Kapolres Lombok Tengah melalui Kasat Reskrim AKP I Putu Agus Indra Permana, menerangkan, pupuk bersubsidi tersebut diamankan karena diduga disalah gunakan penyalurannya, yakni dijual diluar ketentuan yang berlaku oleh oknum pengecer kepada kelompok tani lain diluar wilayah Janapria.

Pupuk bersubsidi yang dijual ke wilayah lain setelah diamankan Tim Tipidter Satreskrim Polres Lombok Tengah

“Pupuk bersubsidi yang diamankan itu sekitar 57 karung atau setara dengan 4 ton,” kata Agus.

Pupuk dimaksud, terdiri dari dua jenis yakni pupuk NPK PHONSKA dan pupuk ZA. Pupuk tersebut berstatus subsidi pemerintah yang diperuntukkan kepada petani.

“Namun dalam penyalurannya pupuk bersubsidi ini justru disalah gunakan, pupuk dijual oleh oknum pengecer kepada kelompok tani diluar wilayahnya,” jelas Kasat Reskrim.

Dalam kasus ini, lanjut Agus, pihak Polres Lombok Tengah baru menetapkan satu orang oknum pengecer Hj. NA (50 tahun) warga Desa Janapria, Kecamatan Janapria sebagai tersangka.

“Barang bukti pupuk sudah kita amankan di Mako Polres Lombok Tengah, berikut dua kendaraan yang digunakan untuk mengakut yakni Daihatsu Grand Max DR 8242 SE dan Mitsubishi L300 DR 8225 VH,” timpalnya.

Tersangka akan dikenakan pasal 6 ayat (1) huruf b UU R.I No. 7 tahun 1955 ttg TP Ekonomi Jo pasal 30 ayat (2) dan ayat (3) Permendag R.I No. 15/M/DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk sektor Pertanian dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.