Soal Putusan Bawaslu NTB, Jarot : Bukan Final, Masih Ada Proses di MK!

KabarNTB, Sumbawa – Calon bupati Sumbawa nomor urut 5, H Syarafuddin Jarot, menyatakan putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB bukan putusan final.

Dalam putusan yang dibacakan di sidang hari Senin 11 Januari 2021, Bawaslu NTB menyimpulkan bahwa pasangan calon nomor urut 4, H Mahmud Abdullah – Dewi Noviani (Mo-Novi) tidak terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakuka pelanggaran bersifat Terstruktur Sistematis dan Massif (TSM) sebagaimana yang dilaporkan pasangan Jarot – Mokhlis. Bawaslu dalam putusannya juga menyatakan bahwa pelapor tidak dapat dapat membuktikan seluruh dalilnya.

“Putusan Bawaslu bukan keputusan final untuk Pilkada Sumbawa. Karena, masih ada tahapan lanjutan yaitu di Bawaslu RI dan menunggu hasil sidang MK. Tahapan berikutnya sesuai saluran hukum yang disediakan oleh negara adalah proses sengketa di MK,” ungkap Haji Jarot dalam pernyataan resmi yang diterima Media, Selasa 12 Januari 2020.

Pasangan calon bupati -wakil bupati Sumbawa nomor urut 5, Jarot – Mokhlis

Menurutnya, sesuai jadwal yang telah ditentukan,pihaknya telah mendaftarkan gugatan ke MK dan dokumen gugatan yang diajukan tersebut telah memenuhi semua persyaratan untuk diproses dan disidangkan lebih lanjut.

“Kita telah melewati salah satu tahapan atau proses di Bawaslu, laporan gugatan, saksi dan bukti-bukti sudah dihadirkan di persidangan dan masyarakat bisa menilainya,” ucapnya.

Soal putusan Bawaslu itu sendiri, Haji Jarot menegaskan, dalam proses persidangan ada banyak temuan atau fakta. Namun dianggap tidak memenuhi unsur pelanggaran, meskipun saksi yang diajukan Jarot-Mokhlis berasal dari penyalur atau pelaku yang langsung terlibat dari Paslon nomor 4 itu sendiri.

“Berbagai bantuan pemerintah juga banyak dijalankan menjelang Pilkada dan hari tenang yang disalurkan melalui tim sukses Paslon nomor 4 juga tidak dianggap ada hubungannya sama sekali dengan pilkada, sehingga tuntutan TSM tidak dipenuhi. Namun semua keputusan tetap berada pada sidang Majelis Bawaslu,” tukasnya.

Meski demikia, melalui proses yang telah diikuti, sambungnya, dirinya telah memperlihatkan dan membuktikan bagaimana proses berdemokrasi melalui Pilkada, sehingga semua berjalan baik.

“Kita sudah buktikan sesuai aturan hukum yang ada, kita sudah sajikan bukti dan fakta lapangan terkait kejanggalan dan ketimpangan yang sangat signifikan dan fantastik,” timpalnya.

Selama proses sengketa berjalan, diakuinya begitu banyak tanggapan, reaksi, dukungan masyarakat dan tokoh politik, bahwa proses Pilkada Sumbawa pada periode ini menjadi sorotan berbagai pihak. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi referensi untuk Pilkada Sumbawa ke depan, siapapun pemenang agar menjadi pembelajaran dalam proses berpolitik dan demokrasi.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan dan doa dari semua pihak, tim relawan, simpatisan baik dari Paslon 1, 2 dan 3 yang telah bersama-sama dan berkontribusi dalam mengikuti serta mengawal proses sengketa Pilkada Sumbawa di Bawaslu. Ia juga memohon doa dan dukungan kepada semua pihak agar proses persidangan tahap berikutnya di MK berjalan lancar dan sukses.

“Mari kita hormati semua proses hukum yang ada, jaga kekompakan, persatuan dan kondusifitas di daerah. Kita lakukan yang terbaik untuk Sumbawa yang lebih baik,” tandasnya.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.