Sumbawa KLB Rabies

KabarNTB, Sumbawa – Pemerintah kabupaten Sumbawa menyatakan kasus rabies sudah sangat mengkhawatirkan sehingga status kejadian luar biasa (KLB) terpaksa ditetapkan. Berdasarkan data yang masuk hingga saat ini jumlah kasus yang sudah tertangani sebanyak 49 gigitan dengan empat sampel otak anjing dinyatakan positif.

“Kasus yang sudah kita tangani saat ini sudah 49 gigitan dengan empat sample anjing dinyatakan positif,” ungkap kepala Disnakeswan Kabupaten Sumbawa, H Junaidi, kepada Wartawan Selasa (16/02/2021).

Disebutkannya saat puluhan kasus gigitan yang terjadi di tahun 2021 seperti di kecamatan Tarano 1 kasus, Alas 2 kasus, Labangka 1 kasus, Lantung 4 kasus. Selain itu, di Lape 1 kasus, Lenangguar 1 kasus, Lopok 1 kasus, Lunyuk 7 kasus, Moyo Hilir 2 kasus, Moyo Hulu 8 kasus, Moyo Utara 2 kasus, Maronge 1 kasus, Sumbawa 7 kasus, Unter Iwes 4 kasus, Utan 1 kasus, dan Kecamatan Empang 5 kasus. “Moyo hulu masih menjadi penyumbang tertinggi kasus Rabies sehingga kita akan mencoba pola penanganan khusus dengan tidak melupakan wilayah yang lain,” sebutnya.

Dijelaskannya, terhadap korban gigitan, diharapkan untuk segera melaporkan ke petugas kesehatan terdekat. Hal itu penting untuk segera ditangani dengan diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR), sehingga mendapatkan antibody dan untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Meski belum dinyatakan anjing tersebut positif, namun korban gigitan tetap ditangani.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, begitu digigit anjing harus segera melapor ke puskesmas atau ke poskeswan terdekat untuk segera ditangani untuk VAR. Urusan nanti keluar hasilnya negatif korban harus mendapatkan antibody,”.

“Untuk diketahui Sumbawa sudah ditetapkan KLB (kejadian luar biasa) Rabies dengan SK Bupati,” imbuhnya.

Disnakeswan saat ini juga tengah fokus melakukan vaksinasi. Termasuk melakukan eliminasi terhadap anjing yang dianggap telah terjangkit rabies serta anjing liar yang tak bertuan. Junaidi berharap kepada masyarakat yang memiliki anjing peliharaan untuk segera mendatangi Dinas Peternakan atau unit-unit yang ada di setiap kecamatan untuk dilayani vaksinasi. Vaksin dimaksud diberikan secara gratis.

HPR ini tidak hanya anjing, tetapi juga kucing dan kera. Tetapi menurut hasil penelitian, 98 persen HPR itu adalah anjing. Sehingga kami foks untuk melakukan vaksinasi terhadap anjing. Adapun ketersediaan vaksin saat ini sebanyak 3.000 dosis. Dari hasil rapat evaluasi, Disnakeswan menyepakati untuk menghabiskan stok yang ada, karena memiliki masa berlaku.

“Nantinya setelah vaksin menjelang habis, kami akan melakukan pengadaan kembali. Karena dari APBD tahun ini juga dialokasikan sebanyak 2.000 dosis,” demikian Junaidi.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.