Tangkap Pedagang Baju Online yang Nyambi Jadi Pengedar, Polisi Amankan Ratusan Gram Sabu

KabarNTB, Mataram – Dengan dalih butuh uang untuk melunasi utang, seorang pria berinisial SF (37 tahun) yang berprofesi sebagai penjual pakaian online, warga Pengempel Indah, Kota Mataram, ditangkap karena nyambil menjadi penjual narkotika jenis sabu. Bahkan saat ditangkap, polisi mengamankan barang bukti diduga sabu dalam jumlah yang cukup banyak dari tangan SF.

“Mengakunya dia terpaksa nyambi jualan sabu untuk membayar utang,” ungkap Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, di Mataram, Jumat 28 Mei 2021.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Hery Wahyudi didampingi penyidik, menunjukkan barang bukti ratusan gram sabu yang berhasil diamankan dari penangkapan SF

Pedagang yang juga berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris itu ditangkap pada Kamis malam 27 Mei 2021. Polisi menangkapnya dengan menjalankan strategi “Undercover buy”, yakni dengan penyamaran anggota sebagai calon pembeli. Setelah ada kesepakatan harga pembelian 25 gram sabu seharga Rp100 juta, SF merencanakan transaksi di salah satu rumah makan yang berada di wilayah Sayang-sayang, Kota Mataram.

“Saat transaksi, Tim kami langsung melakukan penggerebekan dan penggeledahan terhadap pelaku,” ungkap Kapolresta.

Hasilnya, ditemukan enam klip plastik bening berisi serbuk kristal putih diduga sabu dengan berat bruto mencapai 31 gram. Telepon genggam milik SF turut diamankan beserta uang tunai diduga hasil transaksi senilai Rp2,3 juta.”Setelah itu, pengembangan berlanjut ke rumah pelaku yang berada di wilayah Pengempel Indah,” ucapnya.

Dari penggeledahan di rumah SF, petugas juga menemukan dua Ons (200 gram) barang diduga sabu dalam klip plastik ukuran besar. Ada juga barang bukti yang menguatkan peran SF sebagai pengedar, seperti timbangan digital, bundelan klip plastik beragam ukuran dan juga pipet plastik yang ujungnya berbentuk runcing.

Pelaku yang kini telah mendekam di balik jeruji besi di Mapolresta Mataram mengaku bahwa barang haram tersebut dia dapatkan dari wilayah Lombok Timur. “Dia mengakunya beli di Lombok Timur dan dijual lagi di Mataram. Untuk satu gramnya, dia beli Rp1,25 juta dan jual lagi seharga Rp1,4 juta,” kata Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP Yogi Purusa Utama, yang mendampingi Kapolresta.

Terkait dengan sumber barang yang disebutkannya, Polisi memastikan bahwa kasus ini akan terus berkembang di lapangan dengan memburu pemasok barang haram tersebut.

SF terancam pidana seumur hidup atau hukuman mati sesuai dengan Pasal 112 Ayat 2 dan atau Pasal 114 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. “Jadi untuk selanjuntya, pengembangan terus dilakukan, dan kita akan uji keabsahan dari barang bukti serbuk kristal putih yang diduga sabu ini di laboratorium,” demikian Kapolresta Mataram.(NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.