Program 99 Desa Wisata Zul-Rohmi Solusi Pemulihan Ekonomi Pasca Gempa dan Pandemi

KabarNTB Mataram – Program Unggulan 99 Desa Wisata yang sejak awal digagas pemerintahan Gubernur – Wakil Gubernur NTB, Zulkirflimansyah – Sitti Rohmi Djalillah (Zul – Rohmi) terbukti menjadi jalan keluar pemulihan ekonomi pasca musibah gempa dan pandemi Covid-19 saat ini.

“Dampak terobosan yang dilakukan pemerintah Zul -Rohmi dengan program unggulan 99 Desa Wisata sangat terasa karena sekarang pemulihan ekonomi itu dilakukan dengan pemberdayaan potensi masyarakat sendiri”, ujar Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, DR. Najamudin Amy di Hotel Astoria, Jumat 25 Junu 2021.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, DR. Najamudin Amy

Beberapa diantaranya sebut Bang Najam adalah pemberdayaan UKM/ IKM dengan produk lokal di JPS Gemilang dan progres pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika sebagai destinasi pariwisata super prioritas dengan agenda event internasional.

Selain itu, sebagai daerah tujuan wisata dunia, pengembangan Desa Wisata untuk mendukung kebangkitan pariwisata akan mendatangkan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat selain membangkitkan industri pariwisata sebagai sektor andalan selain pertanian, kelautan dan lainnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata, L Hasbul Wadi, bahkan menyebut Desa Wisata saat ini dihajatkan tidak lagi menjadi alternatif wisata. Dimana, pada tahun ketiga ini, pengembangan Desa Wisata dengan konsep pentahelix harus dikelola bersama oleh kabupaten/ kota, stakeholder terkait, perguruan tinggi, komunitas lokal dan dunia usaha agar menghadirkan pariwisata berkualitas dari jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan.

“Sampai tahun kedua ada 41 Desa Wisata yang sudah ada dan 16 di tahun ketiga ini yang disiapkan dengan tata kelola yang baik,” ujar Wadi.

Sementara itu, perwakilan ITDC I Made Pari Wijaya mengatakan bahwa, pengembangan kawasan Mandalika tidak hanya dilihat dari hasil akhirnya namun pengerjaan proyek bernilai triliunan itu menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar dan NTB.

“Terkait Desa Wisata ada tambahan dua hal selain aksesibilitas, keramahan dan atraksi tapi juga promosi dan masyarakat agar benar benar siap menjadi tuan rumah dengan memberikan rasa aman bagi wisatawan,” ucapnya.

General Manager Hotel Lombok Astoria, Saeno Kunto mengatakan, faktor keamanan dalam industri pariwisata sangat penting. Ia menyebutkan, Lombok Astoria dapat bertahan di masa pandemi tidak dengan melakukan PHK karena dapat mengurangi keamanan dan kenyamanan. Selain itu, dalam mengemas produk, ia menekankan pada promosi by experience karena dengan pengalaman layanan yang baik, tamu akan mengulang kunjungannya.

“Pekerjaan rumah terbesar kita pelaku industri pariwisata adalah bagaimana menjadi tuan rumah yang baik dengan pengelolaan aksi dan aset yang benar,” ucap Kunto.(NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.