PPKM Mikro Mulai Berlaku di Sumbawa, Berikut Ketentuan yang Harus Dipatuhi Masyarakat

KabarNTB, Sumbawa — Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro untuk mencegah mekuasnya penyebaran Covid-19 yang melonjak sangat tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

“Pemerintah Kabupaten Sumbawa menghimbau seluruh masyarakat untuk berikhtiar bersama agar penyebaran virus ini di daerah kita bisa dikendalikan,” ujar Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa, H Hasan Basri dalam pernyataan resmi Ahad 11 Juli 2021.

Berikut ketentuan yang harus ditaati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa selama PPKM :

  1. Tidak menyelenggarakan resepsi/perayaan acara nikah, khitan, aqiqah, dan acara sejenis yang dapat menimbulkan kerumunan*

*)yang dilarang adalah menggelar resepsi acaranya. Jadi tidak ada larangan dalam melaksanakan inti acara misalnya ijab kabul pernikahan, prosesi khitan, atau aqiqah selama yang hadir di acara inti tersebut tidak lebih dari 50 (lima puluh) orang;

  1. Tidak melaksanakan unjuk rasa/demonstrasi, kegiatan adat, seni budaya, ataupun kegiatan sosial kemasyarakatan non keagamaan lainnya tanpa izin dari pihak yang berwenang (bila mendapatkan izin, hanya boleh diikuti oleh paling banyak 50 orang);
  2. Membatasi kegiatan perkantoran (baik pemerintah maupun swasta) dengan pola penerapan 50% bekerja di kantor dan 50% bekerja dari rumah. Untuk yang bekerja di kantor agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta pengaturan waktu kerja yang bergantian. Untuk yang tidak bekerja di kantor agar tidak melakukan mobilisasi ke daerah lain;
  3. Kegiatan belajar dan mengajar di sekolah/kampus disesuaikan dengan pengaturan teknis dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat berdasarkan pertimbangan dari Satgas Penangan Covid 19 Kabupaten Sumbawa;
  4. Kegiatan pada sektor esensial dapat beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat*

*) sektor esensial meliputi: kesehatan, bahan pangan, makanan/minuman, energi (PLN, SPBU,LPG), komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, finance, logistik, perhotelan, kontruksi.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.