Terduga Kurir Narkoba Pemilik Senjata Api Illegal Ditangkap Polresta Mataram

KabarNTB, Mataram – Seorang Pria berinisial JD (33 tahun) warga Dopang Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) diringkus Tim Puma Polresta Mataram karena menguasai senjata api illegal.

“Kita tangkap di wilayah Selagalas, Mataram,” kata Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, dalam konfrensi pers Senin, 05 Juli 2021.

Saat ditangkap, Polisi menemukan satu pucuk senjata api jenis pistol lengkap dengan empat butir peluru aktif Kaliber 9 milimeter. Setelah itu, Polisi melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah JD di Dopang Gunungsari. Namun tidak ditemukan senjata lainnya. Polisi hanya menemukan beberapa alat diduga untuk menggunakan sabu.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa didampingi penyidik, menunjukkan senjata api jenis pistol yang dikuasai terduga kurir narkoba yang ditangkap Tim Puma

”Setelah kita lakukan pendalaman, pelaku ini diduga sebagai kurir narkoba,” jelas Kasat Reskrim.

Pelaku diduga selalu membawa senjata api saat mengantarkan Narkoba sebagai alat untuk melindungi diri. ”Kita masih dalami jika alat ini (Senpi) digunakan untuk melindungi diri,” kata Kadek Adi sambil menunjuk barang bukti.

Dari pengakuan sementara, JD membeli Senpi itu dari seseorang. Asal Senpi ini masih dalam pendalaman. Ia mengaku membeli senjata api itu dengan harga Rp 400 ribu. Saat ini penyidik telah berkoordinasi dengan Tim Gegana Brimob untuk menyelidiki Senjata Api tersebut. ”Karena Gegana yang ahli dalam hal persenjataan,” jelasnya.

Sementara Ketua Bidang Organisasi Perbakin NTB, Agus Hakim mengatakan, masyarakat Sipil tidak diperkenankan menguasai Senpi. Harus memiliki izin dari Kepolisian. ”Izin yang dipegang pun digunakan terbatas,” kata Agus.

Senpi hanya bisa digunakan saat berada di tempat latihan atau pun dalam perlombaan. Maupun bagi polisi yang menjalankan tugas. ”Masyarakat Sipil tidak bisa menguasai Senpi. Apa pun alasannya. Harus memegang izin,” terangnya.

Meskipun berstatus sebagai Polisi ataupun atlet, juga tidak bisa sembarang untuk membawa Senpi. Setelah dipakai, harus disimpan digudang senjata. ”Harus melalui seleksi izin yang ketat,” tambah Agus.

Atas perbuatannya JD dijerat Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Ancaman hukuman sembilan tahun penjara.(NK/JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.