Nasib Dua Disabilitas Yatim Piatu Berjuang Bertahan Hidup

KabarNTB, Sumbawa – Nasib malang menimpah dua gadis Disabilitas Fitri Juliana (22) bersama adiknya Aulia (15), sejak ditinggal oleh kedua orang tuanya beberapa tahun silam, keduanya bertahan hidup didalam rumah gubuk peninggalan kedua orang tuanya mengharapkan belas kasih dari keluarga dan tetangga yang merasa ibah akan kondisi mereka.

Kabar NTB, mencoba mengunjungi keduanya di kediamannya wilayah Karang Lapan kelurahan Seketeng Kecamatan Sumbawa Selasa 7/12/21, tampak kondisi mereka segar dan terlihat keceriaan seusai dimandikan oleh seorang perempuan yang tak lain adalah sepupu dari orang tuanya yakni Ibunda Sabaria.

Diceritakan Sabaria, bahwa aktifitas memandikan dan memberikan makan untuk keduanya ia lakoni setiap harinya mulai dari pagi hingga sore hari sejak almarhumah ibunya meninggal dunia lima tahun lalu. ‘

“Meski dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan dari hasil suaminya menjadi tukan ojek jalanan ia tetap berusaha sebisa mungkin menghidupi kedua keponakannya yang kondisi fisik dan panca inda serba kekurangan’’. Ungkap Sabaria dengan nada sedikit memelas.

Lanjutnya, apa yang terjadi terhadap kedua keponakannya merupakan bawaan sejak lahir, dimana anak yang paling besat selain keterbatasan fisik kaki dan tangan yang tidak normal, juga tidak bisa melihat dan mendengar, sementara adiknya sendiri masih bisa berjalan normal dan mendengar, namun tidak bisa melihat, inilah yang membuat keperihatinannya untuk merawat mereka.

Selain itu Sabaria ang berprofesi sebagai ibu rumah tangga tidaklah mungkin dapat setiap waktu menaga keduanya, lantara ia juga disibukkan waktunya untuk mengurus keperluan keluarga yang ada dirumahnya, ‘’ Untung ada tetangga sekitar yang berbaik hati, ketika saya tidak sempat menegok mereka, tetangga-tetangga sekitarlah yang sering mengantikan saya melihat kondisi kedua anak yatim piatu tersebut’’ Ungkapnya.

Dalam hal ini, pihak keluarga sangat berharap adanya uluran tangan pemerintah atau dermawan untuk membantu kedua anak tersebut, terutama bantuan bedah rumah atau rehap rumah, menginggat jika memasuki musim penghujan rumah mereka kerap tergenang akibat luapan air saluran irigasi ang berada di samping kediaman mereka.

“Dulu sempat ada bantuan dari Coin Poundation membantu melakukan rehap sebahagian rumah mereka, akan tetapi seiring waktu kondisi kini telah rusak,kami sangat berharap adanya bedah rumah atau rehap rumah agar keduanya anak tersebut bisa hidup nyaman dan tenang ketika memasuki musim penghujan’’. Pinta Sabaria.

Ketua DPRD Sumbawa Abdul Rafik (Kiri) Saat mengunjungi Kediaman Fitria Juliana (Tengah) dan Adiknya Aulia (Kanan) Di Karang Lapan Kelurahan Seketeng Sumbawa Besar Selasa (7/12)

Sementara itu ketua DPRD Sumbawa Abdul Rafik yang menyempatkan diri mengunjungi kedua anak disabilitas tersebutberjanji akan berusaha membantu anak tersebut tentunya dengan koordinasi dengan pemerintah daerah melalui dinas tekhnis, termasuk masalah keberlanjutan kehidupan kedua anak tersebut serta mendapat pendidikan yang layak.

“Pemerintah harus hadir ditengah masyarakat dalam upaya membantu masyarakat yang lemah apalagi keduanya memiliki kebutuhan khusus’’ Tegasnya,

Sementara itu secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten sumbawa Melalui Kabid Limjamsos Mirajuddin ST menjelaskan, terhadap dua bersaudara ini pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial telah memberikan bantuan PKH setiap tahunnya, selain itu pemerintah juga memberikan bantuan keduanya melalui program sembako yang penyalurannya dilakukan setiap bulannya.

‘’ Kami terus memantaunya melalui pendampingan PKH, kami uga telah menghubungi ibu Sabaria orang yang merawat mereka selama ini untuk memastikan bantuan tetap diterima setiap bulannya’’ Ungkap Mirajuddin.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.