217 Kepala SMA/SMK dan SLB di NTB Dirotasi

KabarNTB, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), merotasi sebanyak 217 Kepala SMK/SMA termasuk SLB Negeri se-NTB, Rabu 10 Januari 2017. Rotasi ini dilakukan dalam rangka penyegaran serta pemerataan kualitas pendidikan.

Pelantikan dan pengambilan sumpah janji kepala sekolah dilaksanakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H Rosiady Sayuti dan dihadiri Asisten I, Agus Patria dan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan (Dikbud) NTB, Muhammad Suruji.

Dalam sambutannya, Sekda NTB H Rosiady Sayuti, mengungkapkan, rotasi dimaksud sudah lama dinantikan pasca penyerahan kewenangan dari Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi.

Menurut para ahli dan pakar pendidikan, sambungnya, jabatan kepala sekolah sangat strategis untuk peningkatan derajat peradaban sebuah bangsa.

“Sebuah negara tidak akan maju jika pendidikan tak modern dan tak berkualitas. Jadi perubahan ada pada guru-guru sekalian,” ujar Sekda.

NTB sendiri menjadi salah satu daerah pilot project program inovasi kerjasama pemerintah RI dengan Australia. Program itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru di sekolah sasaran sehingga murid memiliki kemampuan standar, literasi dan matematika.

“Anak kita di NTB termasuk rendah menjawab pertanyaan. Kemampuan membaca dan menghitung anak-anak NTB masih rendah. Artinya kemampuan literasinya di bawah rata-rata provinsi lain, meski daerah lain juga ada yang rendah,” terang Haji Ros.

Sekda juga menyampaikan keprihatinan Gubernur,l saat mendapat laporan dari Kapolda NTB bahwa dari ribuan pendaftar Sekolah Polisi Nasional (SPN), yang lulus hanya 575 orang, padahal kuota NTB sebanyak 650 orang. Lantaran kurang dari kuota, sisanya terlaksa diambil dari luar.

“Keprihatinan gubernur ini bisa di atasi kalau ekskul di kembangkan di sekolah masing-masing,” tutur Sekda menyampaikan keprihatinan Gubernur NTB.

Ia berharap, kepala sekolah yang sudah resmi dilantik agar bekerja sunggu-sungguh menjalankan tugasnya.

“Jabatan tidak ada yang abadi, ini adalah kepercayaan. Untuk itu, bagi kepala sekolah yang diberikan amanah, bekerjalah dengan penuh keseriusan dan tanggungjawab,” himbaunya.

Usai acara pelantikan, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan (Dikbud) NTB, Muhamad Suruji, menerangkan, sudah tidak ada lagi kepala sekolah yang menjabat dua periode (8 tahun). Untuk itu, ada 65 kepsek yang di bebas tugaskan.

“Intinya tidak ada kepsek yang abadi dan rotasi ini berlangsung secara alamiah sudah dilakukan sebagaimana mestinya,” demikian Suruji.(By

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.