3.740 KK di 14 Desa Terima Bantuan Air Bersih dan Sanitasi

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin menyerahkan bantuan sarana air bersih dan sanitasi kepada 3.740 kepala keluarga (KK) atau 13.651 jiwa di 14 Desa se-KSB.

Bantuan itu yang selanjutnya menjadi asset desa itu diserahkan secara simbolis kepada Kepala Desa Tuananga, Selasa pagi 20 februari 2018.

Sarana air bersih dan sanitasi bagi warga ini merupakan bagian dari Program penyediaan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas III) tahun 2017. Pamsimas III sendiri dilaksanakan mulai tahun 2016 hingga 2019.

Bupati KSB HW Musyafirin menyerahkan bantuan sanitasi dan air bersih secara simbolis kepada Kepala Desa Tua Nanga

Program ini merupakan program pemerintah pusat untuk mewujudkan Mileneum Development Goals (MDGs) dalam penyediaan air minum dan sanitasi bagi masyarakat. Anggaran program ini bersumber dari dana sharing Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, kebutuhan utama yang menjadi salah satu hak dasar masyarakat adalah air bersih. Pemerintah Daerah pun berusaha mewujudkannya terutama di desa-desa yang kesulitanair bersih.

“Alhamdulillah melalui Pamsimas III di tahun 2017 ini, telah mengintervensi 14 desa dengan anggaran masing-masing desa senilai Rp. 245 juta,” kata Bupati.

14 Desa yang mendapat Pamsimas III Tahun 2017 ini adalah Desa Mura, Lampok, Mataoyang, Seloto, Banjar, Batu Putih, Labuhan Lalar, Meraran, Kelanir, Lamusung, Senayan, Tuananga, Moteng dan Lamuntet.

Kegiatan yang dilaksanakan adalah penangkapan mata air sebanyak 8 unit. Pembangunan bak penampungan air sebanyak 13 unit, pengadaan panel surya, kran dan hidran umum. Pengadaan jaringan pipa distribusi sepanjang 24.523 meter, hingga sambungan ke rumah warga sebanyak 3.740 kepala keluarga atau 13.651 jiwa.

Pada tahun 2018, Pamsimas akan dilaksanakan di 15 desa di KSB. Target penerima manfaatnya sebanyak 11.639 jiwa. Sementara tahun 2019, direncanakan menyentuh 15 desa tertutama yang wilayahnya kesulitan air bersih.

Bupati meminta agar Pemerintah Desa dan masyarakat mengelola dan menjaga dengan baik fasilitas sarana air bersih.

“Sarana ini menjadi aset desa yang berkelanjutan. Kepada pihak sekolah yang mendapatkan pengadaan sanitasi juga mesti menjaga fasilitas yang ada. Guru-guru agar membangun budaya atau kebiasaan anak-anak berprilaku hidup sehat, termasuk mensosialisaikannya kepada masyarakat, agar masyarakat KSB menjadi generasi yang sehat dan kuat,” papar Bupati.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.