6 Kasus Gigitan Anjing di KSB, Kepastian Rabies atau Bukan Tunggu Hasil Observasi

KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mencatat telah terjadi 6 kasus gigitan anjing selama periode Januari hingga 19 Februari 2019 ini. Meski demikian, belum ada / ditemukan kasus rabies (penyakit anjing gila) di KSB.

Kepala Dikes KSB, H Tuwuh, mengatakan, kasus gigitan anjing itu menyebar di sejumlah kecamatan.

“Dua (2) kasus di kecamatan Poto Tano, dua (2) kasus di Taliwang dan dua (2) kasus di Kecamatan Maluk,” ungkap H Tuwuh, kepada KabarNTB, Rabu 20 Februari 2019.

Semua korban dalam kasus gigitan anjing itu, kata H Tuwuh, telah ditangani dengan pemberian vaksin anti rabies.

ilustrasi (net)

“Namun belum bisa kita pastikan apakah mereka (para korban gigitan terkena rabies atau tidak. Untuk memastikannya, kita mesti mengetahui (kondisi) anjingnya. Ini menjadi ranah (dinas) peternakan,” imbuhnya.

Anjing yang mengidap rabies sendiri, cenderung bersikap agresif dan akan mati dalam tempo 10 hingga 14 hari (dua minggu).

Sementara itu, Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) KSB, mulai rabu malam ini (20 Februari) akan melaksanakan pengendalian populasi (eleminasi) hewan pembawa rabies (HPR), khususnya anjing liar di wilayah kecamatan Poto Tano.

Sehari sebelumnya (Selasa 19 Februari), sekitar 30 orang anggotatim pencegahan dan pengendalian rabies diberikan vaksin anti rabies untuk mengantisipasi segala kemungkinan dalam melaksanakan tugas pengendalian populasi.

Kepala Distanbunak KSB, Suhadi, Rabu siang, mengatakan, kegiatan pengendalian populasi juga akan melibatkan personil Sat Pol PP dan Kepolisian, Babinsa, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan agen PDPGR, pemerintah kecamatan dan desa setempat.

“Pengendalian populasi malam nanti akan dilaksanakan di Desa Kokar Lian, Senayan dan desa Poto Tano. Metodenya menggunakan racun,” ungkapnya.

Tim, sambungnya, juga sudah menyiapkan lokasi untuk penimbunan bangkai HPR yang akan dieleminasi.

“Untuk wilayah lainnya, kita akan laksanakan bergilir, karena semua petugas (tim) dimaksimalkan di wilayah yang sedang dilaksanakan,” imbuhnya.

Terkait 6 kasus gigitan anjing yang telah terjadi di KSB, Suhadi menyatakan tidak mau berspekulasi. Namun dari pantuan lapangan, kasus gigitan itu bukan dari anjing yang telah terjangkit rabies. Sementara seluruh anjing yang telah menggigit saat ini sudah ditangkap.

“Kita tunggu hasil observasi anjingnya. Dalam 10 sampai 14 hari, kalau anjingnya mati, artinya itu positif rabies. Saat ini anjingnya sedang di observasi,” demikian Suhadi.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.