Agar Produksi Pertanian Optimal, Jaringan Irigasi Dalam Kota Taliwang Akan Dialihkan

KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Pekerjaam Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (DPUPRPP) Sumbawa Barat berencana menata jaringan irigasi dalam kota Taliwang.

Jaringan irigasi yang akan ditata itu adalah jaringan dari bendungan Kalimantong I (Brang Rea) yang mengairi lahan pertanian Roro Pedi sekitar Kelurahan Bugis Kecamatan Taliwang.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPRPP Sumbawa Barat, Muhamad Sapwan ST MM, mengatakan penataan jaringan irigasi yang melewati dalam kota Taliwang itu akan dialihkan melalui Lang Bengkalong yang berlokasi Kelurahan Arab Kenangan tembus hingga Depan kantor PLN ranting Taliwang di Kelurahan Bugis Kecamatan Taliwang.

Bendungan Kalimantong 1 di Kecamatan Brang Ene, salah satu sumber air irigasi pertanian di Sumbawa Barat

“Pengalihan jaringan irigasi kalimantong yang melewati dalam kota, diikuti pembangunan baru. Saat ini dalam proses pembebasan lahan,” ungkapnya.

Proyek pengalihan jaringan irigasi itu sepenuhnya dibiayai melalui APBD KSB dengan total panjang mencapai 650 meter.

“Pembangunan jarigan irigasi baru tersebut diikuti pembangunan jalan inspeksi sepanjang 425 meter. Kebutuhan lahan untuk pembangunan jaringan irigasi dan jalan inspeksi sekitar 9 dimensi,” jelasnya.

Dijelaskan Sapwan, dasar pemerintah melalui dinas tehnis mengalihkan jaringan irigasi ke luar Kota Taliwang karena berbagai pertimbangan tekhnis.

Salah satunya kesulitan mengalirkan air melalui dalam kota karena kondisi saluran irigasi saat ini banyak dipenuhi sampah masyarakat dan sulit dilakukan pemeliharan jika terjadi kerusakan. Selain itu air di jaringan irigasi yang diperuntukkan untuk tanaman pertanian, dikhawatirkan mengalami pencemaran yang bisa berakibat fatal bagi tanaman dan lahan pertanian milik masyarakat.

“Karena itu satu-satunya langkah yang ditempuh pemerintah, agar lahan pertanian di Roro Pedi bisa optimal digarap oleh petani dan menjaga kualitas hasil produksi pertanian dari dugaan dampak pencemaran lingkungan,” urainya.

Rencananya proyek pengalihan jaringan irigasi itu akan dilaksanakan tahun 2028 ini. Untuk melancarkan pelaksanaan proyek itu, DPUPRPP sangat berharap dukungan masyarakat, terutama pemilik lahan yang lahannya masuk jalur pembebasan lahan untuk proyek dimaksud.

“Lahan pertanian Roro Pedi yang diairi saluran jaringan irigasi Kalimantong I yang melewati dalam kota taliwang cukup besar. Dan sering tidak lancar. Jika dialihkan ke luar kota, dipastikan suplai air untuk pertanian akan lancar. Karena tidak ada lagi yang mengmbat,” tandasnya.

Sapwan menambahkan, sebenarnya berdasarkan penilian tekhnis, keberadaan jaringan irigasi dalam Kota Taliwang sudah tidak layak untuk dijadikan saluran irigasi. Karenanya DPUPRPP mengajukan rencana pengalihan sejak tahun anggaran 2016 lalu disertai DED pembangunan jaringan irigasi dimaksud.

Tujuannya masyarakat petani yang berada di wilayah Roro Pedi tidak lagi kesulitan mendapat air untuk mengairi lahan mereka, terutama pada Musim Kemarau (MK) untuk menghindari terjadinya kekeringan yang bisa berdampak terjadinya gagal panen atau puso.

“Semoga kedepan, setelah dilakukan pengalihan, air irigasi menuju ke lokasi Roro Pedi normal dan lancar,” (EZ/*)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.