Aher, Politisi Peraih Cumlaude Penggagas Program Horti dan Rumah Singgah Persatuan

NAMA Aheruddin Sidik SE ME tampaknya semakin identik dengan Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Betapa tidak, politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKP Indonesia) ini kembali terpilih menjadi ketua di komisi yang mengawal kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola program kelompok “Rumpun Hijau” itu.

Terpilihnya kembali Aheruddin sebagai ketua Komisi II saat ini merupakan yang ketiga kalinya. Di mana dua kali pemilihan sebelumnya (dengan periodesasi 2,5 tahun masa jabatan alat kelengkapan dewan DPRD KSB), ia berturut-turut menjabat pada tahun 2014-2017 dan 2017-2019. Atau sepanjang masa jabatannya sebagai anggota DPRD KSB Periode 2014-2019.

Artinya, Komisi II, bagi politisi yang berumur masih terhitung belia namun senior dari sisi pengalaman politiknya ini, bukan “barang baru”. Sejak pertama kali terpilih menjadi anggota DPRD KSB pada 2009 silam, Aher sapaan akrabnya, memang selalu didapuk fraksinya di komisi yang membidangi pertanian, ekonomi dan keuangan itu.

Bahkan pada pemilihan kedua unsur pimpinan Komisi II, tepatnya untuk masa jabatan 2012-2014 dirinya sudah dipercaya memegang jabatan sebagai sekretaris komisi.

Aheruddin Sidik SE ME

Seolah telah melekat dengan dirinya, kerja-kerja Komisi II sangat dipahami oleh penyandang gelar Magister Ekonomi Universitas Brawijaya itu. Salah satu prestasi Aher bersama koleganya di Komisi II periode lalu adalah menginisiasi kehadiran gudang Bulog di KSB.

Menurut Aher, pihaknya sengaja mendorong percepatan dibangunnya fasilitas penampung produksi pertanian tersebut karena akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat KSB yang nota bene banyak menggantungkan hidupnya di sektor pertanian.

Jika pengalaman Aher di Komisi II terbilang sepuh, di keanggotaan DPRD tentunya tak perlu dipertanyakan lagi. Duduk kembali di periode 2019-2024, anak dari pasangan HM. Sidik (Alm) dan Hj. Siti Hawa ini mencatatkan hattrick (3 kali) mengemban amanah sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II KSB dengan tetap setia di bawah bendera PKP Indonesia. Ia mengaku falsafah politiknya hanya mengikuti sifat air. Mengalir agar terus bisa memberi manfaat bagi orang lain.

Saat terpilih pertama kali sebagai anggota DPRD hasil Pemilu tahun 2009, Aher terhitung masih sangat muda, yaitu berusia 25 tahun. Waktu itu, Ia bahkan masih berstatus mahasiswa pascasarjana Universitas Brahwijaya Malang.

Adalah pengalaman di berbagai organisasi yang diikuti sejak SMP hingga menempuh pendidikan tinggi yang membuat Aher cepat beradaptasi dengan iklim politik praktis. Setidaknya cikal bakal kepemimpinan dan karakter politiknya sudah ia tunjukkann sejak bersekolah di SMAN 1 Mataram sebagai ketua Palang Merah Remaja (PMR) tahun 2001 silam. Dilanjutkan di bangku kuliah di Fakultas Ekonomi UNRAM sejak tahun 2002.

Aher menyempatkan diri berbagi ilmu bidang penanaman hortikultura kepada para siswa SMK yang berkunjung ke lahan pertanian miliknya

Tidak sekedar aktif, Ia bahkan menempati posisi ketua di beberapa organisasi kemahasiswaan, mulai dari pengurus pusat ketua bidang humas Ikatan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Indonesia (IMEPI), ketua Bidang Humas Forum Kajian Ekonomi Islam (FoKEI) FE Unram, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan (HMJ-IESP) FE Unram dan puncaknya sebagai Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE Unram Periode 2005-2006.

Politisi muda ini, juga sudah menorehkan berbagai prestasi sejak dibangku SMP. Ia meraih NEM tertinggi pada kelulusan di SMPN 2 Seteluk tahun 1999 dan menjadi Wisudawan terbaik Fakultas ekonomi Unram dengan predikat Cumlaude pada tahun 2006.

Sebagai politisi sekaligus wakil rakyat, pria murah senyum ini memiliki kelihaian “meramu” program. Ia setidaknya punya dua program yang cukup nyentrik karena memadukan urusan hobi pribadinya dan kepentingan melayani masyarakat khususnya konstituen di daerah pemilihannya. Dua program yang kini tengah dirintisnya yaitu program pengembangan kawasan tanaman hortikultura di desanya, Lamusung kecamatan Seteluk dan program Rumah Singgah Persatuan di Mataram.

Program pengembangan kawasan hortikultura berawal dari kegemarannya bertani. Karena itu sejak tiga tahun terakhir, memanfaatkan lahan pribadinya di blok pertanian “Bao Desa” secara khusus menanam berbagai jenis tanam buah dan sayur mayur. Ia juga mengajak warga setempat (konstituennya) bercocok tanam karena harapan dari program pribadinya itu dapat merangsang petani di daerahnya gemar menanam buah dan sayuran.

“Program ini awalnya dari hobi saja. Saya pikir bagus mengajak masyarakat karena saya ingin dari sini tercipta petani horti handal sehingga kita bisa mandiri jenis-jenis tanaman horti ke depannya,” kata Aher.

Sementara program Rumah Singgah Persatuan di Mataram. menurutnya, ide program itu muncul berawal dari pengalaman pribadinya. Ia melihat sangat dibutuhkan fasilitas rumah singgah bagi masyarakat KSB yang sedang berurusan di Mataram terutama bagi pasien rujukan dan keluarganya. Mereka tentu membutuhkan tempat menginap sementara karena jauhnya jarak KSB ke ibukota NTB itu. Persoalan jarak ini kerap membuat warga kesulitan mendapatkan tempat tinggal sementara jika harus berlama-lama di sana.

“Jujur ini pengalaman pribadi saya. Saya sering bolak-balik Mataram karena urusan keluarga dan kadang harus menginap bebeberapa lama. Nah saya membayangkan bagaimana kalau ada warga KSB seperti saya tapi kondisinya pas-pasan. Makanya saya buatlah rumah singgah itu dengan harapan bisa dimanfaatkan siapapun warga KSB ketika berada di Mataram untuk tempat tinggal sementara,” kenangnya. Teruslah berkiprah Aher!!

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.