Bank Sampah ‘Lestari’ Rumah Zakat di Jorok Pecahkan Rekor

KabarNTB, Sumbawa – Keberadaan Bank Sampah “Lestari” di Desa Jorok Kecamatan Unter Iwes, Sumbawa mulai menunjukkan eksistensinya.

Meski aktifitasnya belum satu bulan, jumlah sampah yang berhasil dihimpun dan jumlah nasabah makin bertambah.

Sejak dilaunching pada tanggal 23 Januari lalu, Bank Sampah Lestari telah melakukan penyetoran perdana ke Bank Sampah Induk (BSI) STP pada Rabu (31/01) sebanyak 269,4 kg dengan jumlah nasabah sebanyak 26 orang.

Direktur BSI STP, Asro Mulyadi mengakui keberadaan Bank Sampah Lestari merupakan rekor dari berdirinya sebuah Bank Sampah, karena hanya dalam 1 (satu) pekan mampu mengumpulkan sampah sebanyak 269,4 kg dengan jumlah nasabah 26 orang.

“Sepanjang pengetahuan saya, belum pernah ada Bank Sampah secepat ini sebelumnya. Hal ini tentu tidak terlepas dari keberadaan Program Desa Berdaya Rumah Zakat di Desa Jorok Kecamatan Unter Iwes, dimana dengan adanya Program Desa Berdaya memudahkan pengurus Bank Sampah memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Asro.

Secara terpisah, Manajer Bank Sampah Lestari, Wawan Setyadi, menjelaskan keberhasilan dalam mengelolah Bank Sampah ini tidak terlepas dari Program Desa Berdaya Rumah Zakat. Sebab sebelum ada Program Desa Berdaya yang digerakkan oleh Rumah Zakat (RZ) di desa Jorok, keberadaan Bank Sampah di Desa itu hanya sebatas mimpi.

“Alhamdulillah, setelah Bank Sampah beroperasi, sampai hari ini (07/02) sudah ada 29 nasabah dan akan segera melakukan pengiriman tahap kedua ke BSI STP,” ujar Wawan.

Ditempat yang sama, Repi S, selaku fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat mengatakan, Bank Sampah Lestari adalah implementasi dari Program Desa Berdaya yang masuk ke dalam rumpun Senyum Lestari (lingkungan). Dalam mengimplementasikan kegiatan Program Desa Berdaya Rumah Zakat di tingkat lapangan, dibagi kedalam empat rumpun senyum yaitu Senyum Mandiri (ekonomi), Senyum Juara (pendidikan), Senyum Sehat (kesehatan) dan Senyum Lestari (lingkungan).

“Kami berharap, keberadaan Bank Sampah Lestari ini dapat menghasilkan lingkungan yang bersih dan pada saat yang sama, masyarakat senantiasa menabung sampah di Bank Sampah, sehingga sampah yang selama ini tidak berarti, dapat dirubah menjadi berkah dan menghasilkan rupiah,” tandas Repi.(JM)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.