Begini Cara Bupati KSB dan Doktor Zul Saling Mengagumi

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat (KSB), HW Musyafirin, ternyata memiliki kekaguman terhadap sosok DR Zulkieflimansyah (Doktor Zul), anggota DPRRI yang kini mencalonkan diri sebagai calon gubernur NTB periode 2018 – 2023.

Kekaguman itu diungkapkan HW Musyafirin dalam forum rutin Pemda KSB bersama komponen masyarakat setiap malam jum’at, YASINAN (Pelayanan Setara dan Inklusi Andalan), kamis malam, 1 Februari 2018. Kegiatan itu dihadiri oleh Doktor Zul dan tim yang sedang melaksanakan safari silaturahmi dengan masyarakat di Pulau Sumbawa.

Di kesempatan itu, HW Musyafirin berbicara blak-blakan tentang  sepak terjang Doktor Zul yang disebutnya mencerminkan ciri khas sebagai ‘orang cerdas’. Ia menceritakan pengalamannya ketika berkonsultasi dengan DPRRI (saat itu Doktor Zul masih duduk di Komisi VII) terkait masalah danau Lebo’ Taliwang. Saat tiba di DPRRI, Bupati mengaku langsung menghubungi Doktor Zul yang sedang rapat dengan Menteri Kehutanan untuk memberitahukan bahwa dirinya sudah berada diluar ruangan komisi.

“Beliau ini luar biasa, bisa berkomunikasi dengan tiga pihak sekaligus dalam waktu bersamaan. Dengan HP, langsung dengan saya, langsung juga dengan pimpinan rapat. Ini bagaimana cara didengar ?,” tutur Bupati disambut tawa ratusan masyarakat yang hadir.

Doktor Zul, saat hadir di Forum YASINAN bersama Bupati HW Musyafirin, Wabup Fud Syaifuddin dan ratusan komponen masyarakat KSB

“Saya bilang, diluar saja pak Zul kita ketemu. Beliau jawab, jangan ! masuk saja (ke ruangan komisi). Jadi saya diajak rapat  di komisi VII, ada ibu menteri kehutanan saat itu. Jadi, bicara dengan saya, pembicaraan dalam rapat didengar juga, dan begitu rapat mau diakhiri, pencet bel beliau (interupsi), “itu masalah Lebo sudah belum”. Ditunjuk itu menteri,” imbuh HW Musyafirin.

Dari segi kompetensi dan kecerdasan, Ia menyatakan Doktor Zul tidak perlu diragukan. Apalagi di KSB banyak mantan teman sekolah pendiri Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS) itu yang tahu persis sepak terjangnya semasa bersekolah dulu. Dari segi hobby, kedua tokoh ini memiliki kesamaan, sama-sama hobby olahraga tradisional Sumbawa. HW Musyafirin hobby Berapan Kebo’ (kerapan kerbau), sedang Doktor Zul hobby pacuan kuda.

“Tapi biar sama-sama melaksanakan sunnah Rasul, beliau tetap di pacuan kuda, sedangkan saya sekarang beralih ke panahan,” sebut HW Musyafirin sembari tertawa dan menunjuk ke arena panahan disamping lokasi Forum YASINAN.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kesederhanaan Doktor Zul. Menurutnya, dari cara berpakaian (saat itu Doktor Zul memakai celana cargo poket dengan sweater), terlihat jelas kesederhaan tokoh yang berpasangan dengan Hj Siti Rohmi Djalillah (Siti Rohmi) itu. HW Musyafirin, menyatakan, kesederhanaan adalah ciri khas orang cerdas.

“Kalau bapak ibu kerumahnya, jangan kaget disambut dengan bercelana pendek atau memakai sarung. Cara berpakainnya sama dengan kita-kita ini. Itu ciri orang cerdas. Kadang kalau selesai makan tidak ada tisu, tangannya di lap di baju. Orang cerdas itu sama dengan seniman. Lihat seniman, bajunya pasti dipenuhi cat, karena setiap selesai melukis tangannya di lap di baju,” ujarnya berseloroh.

Karena itu, terkait kontestasi Pilkada NTB, HW Musyafiirin menyatakan dirinya tidak ingin Doktor Zul menang di KSB hanya karena bakal calon gubernur NTB yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat itu, putra asli Tana Samawa (Sumbawa – Sumbawa Barat).

“Kalau menang karena itu (status Putra Tana Samawa) kecil. Saya ingin agar kemenangan itu benar-benar diraih karena kapasitas beliau,” ujarnya disambut aplaus meriah masyarakat yang hadir.

Ia juga menegaskan, sebagai bentuk kebanggaan ber-NTB, Ia berkomitmen memberi ruang yang sama kepada seluruh kandidat Pilgub untuk bertatap muka dengan masyarakat KSB di Forum YASINAN.

“Kalau beliau-beliau berkenan datang, kita welcome. Tetapi pemenangnya hanya satu, tidak boleh dua dan itu tergantung masyarakat NTB,” tutupnya.

Sebaliknya, Doktor Zul juga memiliki kegaguman serupa terhadap HW Musyafirin dan sepak terjangnya dalam memimpin daerah ini.

“Saya cerita yang sebenarnya ini. Sebenarnya yang diinginkan Jakarta untuk menjadi Gubernur NTB itu, pak bupati KSB. Politik di Jakarta itu terbuka. Tapi setelah dicek, bupati KSB itu hanya berani jadi wakil,” katanya sembari tertawa.

“Betapa sebenarnya kapasitas beliau ini, bukan hanya cocok jadi bupati, tetapi menjadi gubernur-pun Insyaallah lebih dari cocok,” pujinya.

Menurutnya, jarang ada pemimpin yang berani bertemu langsung dengan rakyat, berkomitmen untuk transparan dan anti kolusi, korupsi dan nepotisme.

“Pemimpin yang macam-macam, biasanya mengutus tim sukses untuk menemui rakyat.  Dan salah satu yang patut diapresiasi, adalah ide dan gagasan bupati Sumbawa Barat ini. Seandainya semua bupati, gubernur diseluruh Indonesia punya forum Yasinan seperti ini, saya kira Indonesia akan aman dan sejahtera,” urainya.

Ia menegaskan, banyak persoalan yang bisa diselesaikan dalam forum-forum yang mempertemukan langsung antara pemimpin dengan rakyatnya.

“Bukan dibirokrasi pemerintahan yang kadang penuh basa basi dan menjauhkan kita dari kemanusiaan kita sendiri. Kita bisa duduk bersama dalam suasana yang santai sambil minum kopi, menuntaskan masalah. Bupati KSB ini luar biasa, bahkan saya berjanji, kalau saya jadi pemimpin di NTB ini saya akan datang khusus ke beliau, berguru, supaya forum – forum seperti ini bisa dilaksanakan diseluruh kabupaten kota lainnya,” ungkap Doktor Zul.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.