BPPW NTB Expose Program 2019 di Kabupaten Sumbawa

KabarNTB, Sumbawa – Balai Prasarana Permukiman (BP2) Wilayah Provinsi NTB beserta jajaran, mengelar ekpose terkait berbagai kegiatan pada tahun 2019 di kabupaten Sumbawa bersama pemerintah kabupaten Sumbawa dikantor bupati sumbawa Senin 1 Juli 2019.

Bupati melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Lalu Suharmaji Kertawijaya, dalam ekpose tersebut memaparkan, terkait program dan kegiatan prasarana permukiman, Pemkab sumbawa memandang hal ini sangat penting dan strategis karena menyentuh kehidupan masyarakat sehari hari.

Adapun prasarana permukiman yang strategis dan perlu diperhatian di Kabupaten Sumbawa utamanya di kota, berupa prasarana air minum, prasarana drainase, dan prasarana persampahan.

Terkait prasarana air minum, PDAM Batu Lanteh memiliki keterbatasan jangkauan pelayanannya baik karena dukungan sumber air bakunya yang semakin berkurang, juga karena sistem jarigan yang kurang memadai. Hal ini akan menjadi persoalan mendasar dimasa yang akan datang.

“Karena itu kami sudah merencanakan untuk pengembangan sumber air baku yaitu di ai ngelar Desa Kareke Kecamatan Untir Iwes Kabupaten Sumbawa, dengan menyelesaikan tahapan DED maupun amdal serta sudah diusulkan melalui mekanisme serta beberapa kali berkoordinasi dengan pihak BWS Provinsi NTB dan pihak terkait lainnya,” jelasnya.

Pemda dalam hal ini berharap expose ini dapat memberikan gambaran yang utuh tentang rencana-rencana kegiatannya dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Sumbawa.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi NTB Ika Sri Rejeki, menyampaikan bahwa Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) Provinsi NTB merupakan lembaga pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR RI yang ada di daerah.

Dipaparkan pula tentang program dan usulan Direktorat Jenderal Cipta Karya, struktur Balai PPW-NTB, sektor pengembangan kawasan permukiman, sektor penyehatan lingkungan permukiman, sektor penyediaan air minum, serta rencana program tahun 2020.

Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan tentang pembahasan hasil survey perijinan jalan nasional, antara lain tentang peta lokasi paket, situasi per patok, dokumnetasi existing, detail croos section, dan data umum kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan kawasan Pubara Sub Blok IC Sumbawa Besar, kondisi eksisting Kelurahan Brang Bara dan Kelurahan Seketeng, konsep desain penanganan Kelurahan Barang Bara dan Kelurahan Seketeng, serta disampaikan program Pamsimas Direktorat Jenderal Cipta Karya tahun 2019 di 15 desa di Kabupaten Sumbawa yaitu Desa Pelat, Klungkung, Pungkit, Pukat, Marente, SP-2, Usar, sebasang, Lito, Batu Lanteh, Suka Damai, Teluk Santong, Maman, Mokong, Batu Bulan.

Dalam kegiatan Tanya jawab, perwakilan dari Bappeda memberikan masukan untuk dapat difikirkan masalah konsep desain penanganan Kelurahan Brang Bara, mengingat elevasi air akibat banjir setiap tahunnya, berada persis dibawah jembatan, sehingga perlu diperhitungkan model konstruksi.(JK).

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.