Bupati : ASN dan Agen PDPGR Tidak Boleh Bohong !

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin, meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) tidak berbohong dalam menjalankan amanah.

Hal tersebut ditekankan Bupati dalam arahannya pada kegiatan Yasinan (Pelayanan Setara Inklusi Andalan) rutin Pemda KSB, Kamis malam 9 Agustus 2018, lantaran banyaknya keluhan warga penerima bantuan PDPGR.

Seperti yang terjadi di Seteluk, ada pengaduan karena disinyalir ada bantuan yang kurang tepat sasaran.  Kemudian keluhan masyarakat terkait penyaluran bantuan ternak sapi dan lainnya yang diduga ada salah sasaran.

Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin

“Meskipun pengaduan tersebut belum tentu semuanya benar, saya tekankan mari kelola apa yang diamanahkan kepada kita dengan jujur apa adanya. Jangan dibuat-buat apalagi sampai berbohong. Terutama ASN dan Agen PDPGR,” kata Bupati.

Ditegaskan Bupati, adanya pengaduan tersebut sebagian besar adalah akibat tidak harmonisnya hubungan antaran Agen/Peliuk dengan masyarakat dengan Babinsa dan Babinkamtibmas. Oleh karena itu para agen harus bisa menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan semua pihak demi terlaksananya pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di KSB.

Bupati juga memaklumi bahwa ASN, Agen PDPGR, semuanya dalam bekerja boleh saja salah karena itu manusiawi. Namun yang tidak boleh dilakukan adalah berbohong. Jangan sampai aparatur, Agen PDPGR atau siapapun membohongi rakyat.

“Sebagai pemegang amanah, mari laksanakan pekerjaan dengan penuh Ikhlas, Jujur dan Sungguh-sungguh (IJS). Terlebih dalam upaya mewujudkan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Dinas PU dan Desa tolong di cek masalah bedah rumah. Dinas Pertanian cek pembagian sapi,” perintah Bupati.

Agen PDPGR di tingkat peliuk diminta untuk menjalankan tugas pendataan dengan baik terhadap warga binaannya. Apapun yang terjadi di masyarakat harus dilaporkan ke Pemerintah tingkat Desa, tingkat Kecamatan hingga diketahui Pemda.

“Jika ada warga yang tidak makan, maka itu akan menjadi kesalahan Agen karena tidak melapor ke Pemda. Warga miskin yang terdata sebanyak 1.586 jiwa harus ditangani dengan baik. Yang dekat mereka, mengetahui dan mendampingi mereka adalah Agen-Agen PDPGR,” tegas Bupati.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.