Bupati Janjikan Program Kejutan untuk 1.503 KK ‘Kekasih Allah’ di 2018

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin, menjanjikan akan memberikan ‘program kejutan’ untuk masyarakat miskin di daerah itu pada tahun 2018 mendatang.

Janji itu diungkapkan bupati dihadapan lebih dari seribu orang warga miskin, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan pemangku kepentingan lainnya, dalam kegiatan deklarasi pengentasan kemiskinan tingkat kabupaten, di Graha Praja, Kompleks Kemutar Telu Centre (KTC), Taliwang, Senin 13 Oktober 2017.

Pada kesempatan itu, Bupati menyebut sebanyak 4.412 jiwa, 1.503 KK, atau 3,27 persen warga miskin dari total jumlah penduduk KSB sekitar 135 ribu jiwa, sebagai ‘Kekasih Allah’.

Meski bupati masih merahasiakan program yang dijanjikannya, namun dipastikan program itu berbeda dengan sejumlah program lainnya untuk pengentasan kemiskinan yang telah dialokasikan di tahun-tahun sebelumnya melalui program daerah pemberdayaan gotong royong (PDPGR).

Penandatanganan spanduk anti kemiskinan oleh masyarakat di KSB

“Saya minta para pendamping (dari dinas / instansi lingkup Pemda) untuk membantu membuatkan rekening bank masing-masing dari 1.503 KK kekasih Allah ini. Nantinya program itu akan diterima langsung melalui rekening,” ungkapnya.

Ia menegaskan, membangun manusia jauh lebih penting dari infrastruktur. Karena itu pemenuhan hak dasar masyarakat menjadi salah satu prioritas dalam visi misi pembangunan yang dicanangkan. Menurut bupati, bagaimanapun caranya, hak dasar masyarakat harus bisa dipenuhi, karena jika hak dasar belum terpenuhi belum sempurna menjadi manusia.

“Apapun bentuk perlindungan sosial untuk melindungi 1.503 KK para kekasih Allah ini harus dipenuhi. Bagaimanapun caranya,” tegasnya.

Bupati juga menginstruksikan, Camat Kades / Lurah untuk mengawal proses pengentasan kemiskinan dengan cara minimal mereka harus kenal masyarakatnya yang belum terpenuhi hak dasarnya.

“Yang paling penting adalah semangat untuk tidak menjadi miskin. Kita harus punya mental bukan mental orang miskin. Kalau mental kita miskin, maka energi kita terkuras untuk hal tidak baik. Kalau kita berfikir bisa maka pasti bisa dengan berusaha berlandaskan Ikhlas Jujur dan Sungguh – sungguh,” ajaknya.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.